Part 2 try to believe
Ega, sosok wanita yang sejak
dahulu ku impikan, orang yang membuatku jatuh cinta untuk yang pertama kalinya,
dan menghancurkan kepercayaanku untuk yang pertama kali dan harap untuk yang
terakhir kali karena sekarang aku mencoba untuk melupakannya dan menghapus
semua tentang nya, tapi saat ini telepon genggam ku berdering, menandakan
sebuah panggilan masuk.
“ia halo maaf ini dengan siapa?” tanyaku langsung
“halo dee,, ini kakak…”
Suara yang tidak asing lagi
mengetarkan gendang telingaku, itu suara yang amat sangat ku kenal, suara itu
suara dia, ya itu dia, ka ega, orang yg sedang kucoba hapus dari ingatan dan
perasaanku. Tapi apa daya hatiku berkata lain.
Karna terkejut mendengar suara ka
ega lantas akupun dengan gugup menutup telpon darinya, dalam hati beribu
pertanyaan menghiasi benak ku,
Apa yang harus ku lakukan?
Apa dia akan marah?
Apakah dia akan membenciku?
Sebenarnya ada apa dia
menghubungiku?
Akhirnya aku berusaha untuk
membulatkan tekad dan memcoba mengirim ka ega sebuah pesan, untuk
menanyakan mengapa dia menelponku namun setelah beberapa jam menunggu pesanku
tak kunjung mendapat balasan. Apakah dia marah? Jangan jangan dia membenciku
sekarang? Atau bahkan lebih dari itu? Hatiku terus menerus merasakan gelisah
yang teramat meresahkan, sampai akhirnya tibalah di hari ke 3 setelah hari
dimana aku menutup panggilan ka ega waktu itu.
Hari ini aku sengaja berangkat ke
sekolah agak pagi karna ada beberapa tugas yang belum sempat ku kerjakan di
rumah, jujur saja bila sudah di rumah raga dan batinku sangatlah malas untuk
mengerjakan PR. Pagi itu aku berjalan dari tempat pemberhentian angkutan umum
dan menuju ke sekolah, begitu sampai di gerbang sekolah aku di kejutkan oleh
orang yang selama ini coba kuhindari, yaitu ka ega, dia memanggilku berkali kali
dan akhirnya aku memutuskan untuk menghampirinya walau sedikit terpaksa.