![]() |
| Add caption |
“selesai, ucapkan salam”
Itulah kata yang selalu ku dengar dan ku ingat setah rapat
berakhir, terkadang bila orang bertanya padaku “eh tadi rapat yang dibahas
apa?” jawabanku pasti simple “gatau” Cuma satu kata itu yang selalu ku
lontarkan, karna jujur saja, jarang sekali aku menyimak rapat, aku lebih suka
langsung terjun kelapangan dari pada membahas semuanya dengan kata kata yang
menurutku tidak terlalu penting, ya itulah aku yang sekarang yang perlahan
mulai bosan dengan kata kata, apalagi kata kata manis yang pasti berujung
memuakkan atau bahkan menyakitkan.
Satu persatu orang di ruangan ini mulai menghilang tapi tidak
semuanya lenyap begitu saja, karna masih ada saja yang diam di ruangan ini
walaupun ada beberapa yang langsung pulang, tapi ada juga yang menaruh tas
mereka di ruangan ini lalu mencari jajanan terlebih dahulu ke kantin, atau
bahkan ada juga yang masih duduk di ruangan hanya untuk sekedar mengobrol dan
menghabiskan waktu dengan teman teman satu organisasi, salah satunya adalah
aku.
Pada saat rapat tadi aku memperhatikan seseorang yang membuatku
heran, namanya fatma setahuku dia orang yang periang bagai sebuah pohon
setengah baya yang rindang dan di penuhi daun daun hijau yang segar lalu
tertiup angin dan melambai lambai, dia selalu tersenyum riang setiap saat
apalagi bila sedang bersama ke 5 teman teman nya yang terbilang sangat kocak
dan mengasyikan, tapi baru kali ini aku melihat auranya amat berbeda, sedari
tadi dia hanya melamun dan terdiam dengan muka yang agak kusut seperti
memikirkan banyak hal, dia seperti sedang dihadapkan pada sebuah masalah besar,
tapi entahlah aku tidak terlalu yakin. Akhirnya aku coba memberanikan diri
untuk menghampirinya saja, agar rasa penasaranku tak berlarut larut pikirku,
