Rabu, 26 Agustus 2015

Deep In My Heart Part 3 Daun yang Gugur



          
Add caption
 
Baiklah semuanya mungkin sampai disini saja rapat kita hari ini, sebelum pulang alangkah baiknya kita berdoa sesuai kepercayaan masing masing, berdoa dipersilahkan”
“selesai, ucapkan salam”
Itulah kata yang selalu ku dengar dan ku ingat setah rapat berakhir, terkadang bila orang bertanya padaku “eh tadi rapat yang dibahas apa?” jawabanku pasti simple “gatau” Cuma satu kata itu yang selalu ku lontarkan, karna jujur saja, jarang sekali aku menyimak rapat, aku lebih suka langsung terjun kelapangan dari pada membahas semuanya dengan kata kata yang menurutku tidak terlalu penting, ya itulah aku yang sekarang yang perlahan mulai bosan dengan kata kata, apalagi kata kata manis yang pasti berujung memuakkan atau bahkan menyakitkan.
Satu persatu orang di ruangan ini mulai menghilang tapi tidak semuanya lenyap begitu saja, karna masih ada saja yang diam di ruangan ini walaupun ada beberapa yang langsung pulang, tapi ada juga yang menaruh tas mereka di ruangan ini lalu mencari jajanan terlebih dahulu ke kantin, atau bahkan ada juga yang masih duduk di ruangan hanya untuk sekedar mengobrol dan menghabiskan waktu dengan teman teman satu organisasi, salah satunya adalah aku.
Pada saat rapat tadi aku memperhatikan seseorang yang membuatku heran, namanya fatma setahuku dia orang yang periang bagai sebuah pohon setengah baya yang rindang dan di penuhi daun daun hijau yang segar lalu tertiup angin dan melambai lambai, dia selalu tersenyum riang setiap saat apalagi bila sedang bersama ke 5 teman teman nya yang terbilang sangat kocak dan mengasyikan, tapi baru kali ini aku melihat auranya amat berbeda, sedari tadi dia hanya melamun dan terdiam dengan muka yang agak kusut seperti memikirkan banyak hal, dia seperti sedang dihadapkan pada sebuah masalah besar, tapi entahlah aku tidak terlalu yakin. Akhirnya aku coba memberanikan diri untuk menghampirinya saja, agar rasa penasaranku tak berlarut larut pikirku,