Selasa, 06 Oktober 2015

Deep In My Heart Part 4 Tunas Baru





Angin berhembus bersayup sayup, batang batang pohon melambai lambai, dedaunan yang basah dan gemercik hujan yang perlahan mereda, saksi buta dari apa yang terjadi hari ini, dia yang ku tunggu, setitik cahaya harapan yang kembali bersinar terang baru saja menghilang di hadapanku, perlahan ia melangkah memasuki sebuah gang kecil dengan beberapa anak tangga yang melarang kendaraan kami ini melintasi jalan yang sama, aku berusaha mengejarnya bersama dengan eful, sebisa mungkin kami harus bisa menjaga jarak, sampai nanti kami tahu dimana rumah nya dan barulah aku akan menghampirinya untuk menyerahkan apa yang telah semalaman tadi ku tulis, sebuah surat singkat berisikan rangkaian kata yang entah untuk apa ku tulis saat itu, mungkin inilah cinta monyet masa SMP yang membutakan atau bahkan cinta yang membodohi diri kita sendiri hingga mau saja untuk melakukan apapun. Sepertinya akan ada masa dimana kita ingat sebuah cerita cinta yang memalukan, menyenangkan, mengharukan dan bahkan menyakitkan di masa muda, di mana kelak ketika kita sampai di masa tua nanti kita akan mengingatnya dan menyadari betapa rindunya kita pada masa itu, bahkan mungkin kita akan menyadari bahwa betapa bodohnya kita di masa itu, mungkin memang itulah yang banyak orang sebut dengan cinta itu buta.
“hari ini langit tertata dengan indah, bulan bersinar dilengkapi senyumannya dan perlahan waktu akan memaksa sang surya muncul dari upuk timur menandakan tugas para bintang telah usai, sebelum sang surya bersinar,di sebuah tempat yang pernah kita datangi sekuncup bunga akan mekar, mawar merah yang amat kau sukai, bunga yang perlahan merkah seperti apa yang aku rasa saat ini, entahlah tapi aku hanya ingin kita bisa melihatnya berdua, merawatnya dan saling mengenal lebih jauh”

Kata itulah yang ku tulis semalam dalam kertas yang ku genggam saat ini.
Selepas sari menghilang dari pandangan kami, eful segera menyalakan mesin sepeda motor nya, dan menuju sebuah jalan yang bisa kami lalui untuk menjegat sari.