Cinta bagiku kini
hanyalah sebuah kepompong, kepompong yang kita rawat dengan sepenuh hati, berproses dari seekor ulat kecil yang tumbuh, menjadi dewasa dan berubah, perlahan tanpa kita sadari, kelak suatu saat nanti ia akan berubah menjadi seekor kupu kupu cantik yang perlahan akan
terbang meninggalkan kita. Semua itu akan menjadi sebuah bukti bahwa,
"sesuatu yang kau rawat
cepat atau lambat pasti meninggalkanmu
saat ia menemukan bunga yang baru, entah ia akan kembali atau
bahkan hilang selamanya".
Mengapa?
Karna tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita semua.

Hari demi hari berlalu begitu cepat, masa silam memang amat menyakitkan namun kini aku mulai merelakan dan mencoba tak lagi mengingat semuanya, karna yang aku tau,
"manusia tidak lah bisa benar benar melupakan sesuatu, yang bisa ia lakukan hanyalah mencoba untuk tidak mengingat lalu menepikan berkas ingatan yang ada dipikiran nya, sehingga memori ingatan
itu tak lagi terbuka, hal itulah yang kita sebut dengan melupakan".
Kini setelah sekian lama aku
melewati kesendirian, ada berbagai hal yang telah kucapai dan ku lewati tanpa ada orang yang bisa ku ajak berbagi, hari hari ku kini di sibukan dengan berbagai
kegiatan bersama teman teman yang begitu luar biasa, mereka memberikan begitu
banyak kenangan indah dan hal hal yang amat berharga bagiku, selain itu aku
juga kini di sibukan dengan kegiatan organisasi dikarenakan sebentar lagi akan
di gelar sebuah pensi di sekolah, segala hal inilah yang kini bisa membuat ku
menepikan masa silam yang tak ingin ku ingat lagi
/======================\
|| (pensi : pentas seni) ||
\======================/
Saat ini matahari tak begitu terik, awan menghalangi cahayanya, aku
terduduk di kursi depan ruang osis bersama teman teman, kami berdiskusi bersama
dan sedikit bercanda tawa untuk memembahas masalah pensi yang akan di gelar
beberapa hari lagi, dan disinilan puncak kesibukan kami para panitia, berbagai
macam hal harus di persiapkan sematang mungkin mulai dari mempersiapkan
dokumen, menyediakan berbagai macam persiapan tertulis, membuat dekorasi
tatanan panggung, mencari sponsor, bahkan mengurusi berbagai hal yang
melelahkan lainnya. Karena kegiatan pensi ini sekarang aku jadi sering menginap
di sekolah dan pulang lebih terlambat
dari seharusnya, kini aku lebih sering
mengghabiskan waktu ku di sekolah, kebetulan di kepanitiaan pensi ini aku di
tempatkan sebagai seksi sponsorship yang membuatku semakin sibuk kesana kemari,
selain itu aku juga harus membantu anak anak dekorasi untuk membuat berbagai
persiapan tatanan panggung nanti,bahkan aku harus berlatih juga bersama anak
seni karena kami akan mengadakan sedikit pertunjukan teater di acara pensi
nanti, aku berharap semua kesibukan ini akan menghasilkan hal hal positif dalam
hidupku dan pensi tahun ini akan berjalan dengan sukses.
Tapi di sela kesibukan ini hati
kecilku terus berteriak, ia seolah terkurung dan memberontak, meski kini ia
terbalut luka dan tak utuh lagi, terkadang ingin rasanya ia bisa berbagi segala
yang ia punya dengan seseorang, membagi kasih sayang, perhatian, bahkan
segalanya. namun apa daya itu hanyalah
nafsu sesaat yang mungkin akhirnya akan berujung sama dengan apa yang telah
terjadi sebelumnya, entah sampai kapan semua akan seperti ini, entah kapan aku
bisa menemukan obat untuk hatiku ini yang bahkan sudah tak utuh lagi.
Tak terasa kini senja mengucapkan
salam perpisahannya dan sebentar lagi bintang kan memburu mangsanya membuat
para pria kesepian sepertiku ini iri padanya, akhirnya aktivitas ku hari ini
usai sudah dan aku harus bergegas pulang sebelum bintang menampakan dirinya.
Hari ini aku pulang menaiki angkutan umum seperti biasanya, dengan kesesakan
yang ada dan perjalanan panjang yang tak mungkin di reda. Kebetulan aku duduk
di kursi paling belakang saat ini, dengan earphon yang terpasang dikuping
membuat mataku kini terpejam sembari mendengarkan
beberapa lantunan syair yang ada di ponselku, sejenak aku membuka mata dan
menatap pada kaca belakan mobil yang ku tumpangi ini, ternyata bintang bintang
begitu indahnya bermain main di langit dengan cahayanya, tak mau kalah sang
bulan yang setia berada di sisinya, semua itu membuatku melamun begitu lama,
akankah suatu saat aku bertemu dengan orang yang bisa mendampingiku, dan
mungkinkah suatu saat nanti.
Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrd
drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrd drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrd
Tiba tiba saja hp ku
bergetar dan menyadarkanku dari lamunan, ternyata ada pesan dari seniorku, ia
menanyakan beberapa hal mengenai sponsor kami di acara pensi yang akan di
selenggarakan 2 hari lagi guna pencantuman nama perusahaan terkait yang akan di
cantumkan di pamplet utama acara kali ini, pesan demi pesan membuatku lupa
bahwa sebentar lagi aku sampai di rumah, untung saja aku tersadar dan segera bersiap
untuk turun dari angkutan umum ini.
Ayam berkokok di ujung timur,
mengabarkan bahwa sang mentari telah tiba, perlahan mataku terbuka, saat ku
melirik ke arah jam dinding ternyata jarum jam sudah menunjuk angka 6, serentak
aku pun bangkit dari tempat tidur dan bergegas untuk bersiap siap pergi ke
sekolah.
Hari ini merupakan hari besar,
hari dimana persiapan terakhirku untuk menghadapi pensi besok, sesampainya di
sekolah aku telah di suguhkan begitu banyak pekerjaan, selain belajar tentunya,
karena sesibuk apapu kita di organisasi, pelajaran tetaplah no satu, tak terasa
hari ini pelajaran begitu padat, hingga tibalah di jampelajaran terakhir, yaitu
mata pelajaran fisika, salah satu mata
pelajaran ke sukaan ku, selain gurunya yang pandai menjelaskan dan menyampaikan
ilmunya kepada kami, materi yang dicakup nya juga begitu membuat ku penasaran,
apa lagi mengenai satuan ukuran kekal yaitu waktu, banyak hal yang ingin aku
ketahui tentang waktu, namun sayangnya kemampuanku hanyalan sebatas anak SMA
yang sedikit pemalas.
Bel pulang pun akhirnya menderu,
membuat se antera sekolah bergembira, namun kegiatan ku hari ini tidak berakhir sampai di situ saja,
melainkan semua baru di mulai sekarang. Jarum jam kini menunjuk pada angka 2,
menandakan waktu istirahatku tingga 30 menit, karena pukul 2.30 akan di adakan
rapat final panitia pensi, aku pun memanfaatkan waktu yang tersisa untuk segera
ke kantin dan mengisi amunisiku sebelum nanti aku berperang melawan kesibukan
lain, akhirnya aku bergegas menuju kantin sekolah yang terletak sedikit jauh
dari kelasku, saat ku menuju kesana aku di temani oleh 2 temanku adi dan eggy
namun bgitu ku sampai disana ada 2 hal yang membuatku sedikit tertegun. Pertama
ada seorang wanita cantik yang membuatku terpesona, dan di sisi lain aku
melihat fatma bersama kekasih barunya, dan hal itu akhirnya membuat langkah ku
terhenti, namun ternyata eggy dan adi juga menyadari hal itu, mereka segera
menarik tangan ku dan bergegas menuju kantin. Dan tiba tiba saja fatma melihat
ke arah ku lalu bergegas pergi bersama kekasih barunya.
“heh terumbu karang, kenapa lah
kau jadi murung begitu, ayolah kita makan, waktu kita nggak banyak ini”
kata
eggy padaku sembari menyindirku sedikit
“ayolah ga cepat kau mau pesan
apa, nanti aku bayar”
adi pun tak mau kalah, dia membujuk ku dengan andil
mentraktir, namun pada ujung nya tetap saja kami membayar makanan kami masing
masing
“ah ia, aku pesan nasi goreng
sama susu putih hangat plus coklat bubuk pake es ya”
jawabku pada eggy dan adi
Akhirnya seselsainya kami
memesan, kami langsung mencari tempat duduk. Di sela menunggu pesanan datang
aku pun akhirnya mendapatkan banyak ceramah dari adi dan eggy, seolah mereka
adalah mainstro nya dalam masalah cinta,
padahal adi baru saja putus dan eggy masih jomblo sedari smp, tapi mungkin
dengan cara inilah mereka menghiburku,
dari apa yang mereka katakan ada 1 kalimat yang masih ku ingat sampai hari ini.
“ketika kau dengarkan sebuah
lelucon, kau akan tertawa dan tersenyum, bahkan hingga terbahak bahak, namu
bila kau dengatkan lelucon yang sama untuk kedua kalinya kau hanya akan
tertegun biasa saja, lantas bisa demikian mengapa kita masih saja bersedih
dengan hal yang sama? bahkan untuk yang kesekian kalinya”
Akhirnya pesanan kami pun tiba, kami
segera menyantap hidangan yang ada karena sebentar lagi rapat akan di mulai.
Akhirnya kami bergegas menuju
ruang rapat setelah selesai makan siang, namu seperti biasa ketika masuk kesana
sudah banya orang yang menunggu, biarpu aku begitu sibuk dan aktif di
organisasi ini aku sama sekali tak mengenal banyak orang, karena selama ini aku
malas untuk bersosialisasi dengan banyak orang, dan akhirnya akupun tidak
mengenal adik kelasku sendiri, namun semua itu tak jadi penghalang bagiku
karena kebanyakan orang di ruangan ini mengenalkun walaupun sebenarnya aku tak
terlalu mengenal banyak orang di sini, dan setelah menunggu 5 menit di ruangan
ini, sang ketua pun masuk dan segera memulai rapat final kami.
Hari ini sunggu melelahkan, tak
terasa senja telah datang, dan rapat pada hari ini pun telah selesai 2 jam
lalu, namun hari ini aku tak bisa pulang ke rumah seperti biasa karna hari ini
aku harus bermalam di sekolah guna mempersiapkan kegiatan untuk esok hari,
malam ini aku pasti sangat sibuk untuk mengurus banyak hal bersama teman teman, mulai
dari mencetak id card, memasang baliho, mendekorasi panggung pentas dan lainnya, namun
sekarang aku masi bisa beristirahat karena masih banyak panitia yang pulang
untuk membawa perbekalan.
Untuk memanfaatkan kesenggangan
waktu yang ada aku menghabiskan waktu untuk duduk terdiam sendirian di depan
kelas sembari mendengarkan musik dan membaca buku, sambil menikmati senja yang
perlahan pergi, namun baru saja beberapa menit aku terdiam membaca, aku sedikit
di kejutkan oleh seseorang yang menepuk pundak ku, aku pun segera menoleh dan
melepaskan earphon yang ku pakai, saat
ku menoleh aku semakin terkejut karena ternyata itu adalah wanita yang tadi
dikantin sempat membuatku tertegun diam sejenak, namun aku tidak tau siapa nama
nya, yang jelas bila dia disini dia pansti panitia pensi sama sepertiku, dan
ternyata memang benar.
“ka gaga”
“eh ia, maaf siapa ya?”
jawab ku sembari sedikit gugup, dalam hati aku
bergumam, betapa bodohnya aku yang tak menyadari sosok bidadari ini, padahal
kami satu kepanitiaan, dan bila dia memanggil ku dengan panggilan ka, ber arti
dia adalah adik kelasku.
“ aku elvi ka panggil aja vivi”
“oh elvi, eh kamu ko tau nama
ku?”
“eh ia ka, anu aku tau waktu kaka
perkenalan di rapat pertama kita dulu”
“oh iya ya, eh ada apa elvi? Eh
maksudku vivi”
“anu ka aku mau tanya kalo ruang
buat simpan barang dekor pindah kemana ya, soalnya aku tadi siang engga ikut
rapat”
“oh itu, ruang dekor kebetulan
pindah ke sini, ini aku lagi nunggu ketua dekornya datang”
“oh iya ka “
Dan akhirnya kami pun berbincang
cukup panjang, sampai pada akhirnya anak anak lain pun datang, dan elvi juga
pergi bersama beberapa temannya untuk membeli beberapa keperluan lain,
sementara itu aku masi di depan kelas
yang ber alih fungsi jadi ruang dekorasi ini bersama elsa sang mainstronya
dekorasi anak kesenian sekolah, juga beberapa anak anak dekorasi lain.
Tak terasa hari sudah malam, dan
kami masih saja di sibukan dengan berbagai hal, ada yang menata panggung, ada
yang menata kursi tamu, peralatan tampil, alat band, bahkan berlatih untuk
tampil esok hari.
Semua orang sangat sibuk sampai
sampai aku lupa untuk mencetak id card ku sendiri, namun untung saja eggy sudah
mencetakannya untukku. Hari semakin larut dan sampailah kami pada akhir kinerja
di hari ini yaitu kumpul evaluasi persiapan h-1 pensi. Evaluasi berjalan tidak
terlalu lama berhububung waktu yang sudah terlalu larut malam. Setelah rapat
selesai semua kembali ke pos mereka untuk beristirahat, dan bersiap untuk esok
hari karena besok pagi sekali kami harus sudah siap untuk melaksanakan acara
terbesar kami. Namun apa daya, aku takbisa memejamkan mataku, dan akhirnya aku
memilih untuk pergi keluar untuk mencari angin segar. Aku berjalan menyusuri
beberapa kelas bahkan aku melewati kelas yang di pakai sebagai ruang musik,
ternyata ada beberapa orang yang masih berlatih di sana, tak sengaja aku
mendengar seorang wanita yang sedang bernyanyi di iringi suara guitar, suaranya
begitu merdu,namu aku tak mau menggangu kegiatan mereka dan segera berjalan
menuju perpustakaan, dan di sana juga masih ada ketua kami yang sedang mengetik
beberapa dokumen, tapi aku tak menghiraukannya karena dia memang pekerjakeras,
jadi aku langsung saja menuju ruang dekorasi dan duduk sambil menyender pada
dinding tembok di depan kelas itu sembari mendengarkan musik yang ku suka, tak
ku sangka ternyata bitang malam ini begitu indah, bersama bulan purnama yang
sempurna, memancarkan cahaya yang berkelap kelip indahnya. Tak terasa ternyata
akupun memejamkan mata dan tertidur disana.
“ga bangun ga!!!, udah pagi woy
...”
sebuah suara pun membangunkan ku
dari tidur, mata ku begitu berat untuk ku buka, dan ternyata yang
membangunkanku adalah eggy,
“woy bangun ayo udah pagi ini,
cepet buruan mandi, 45 menit lagi kita mau briefing”
“ahhh ngantukk, 5 menit lagi yaa”
“ga boleh pokonya sekarang bangun
buruan”
Akhirnya mau tak mau aku
harungkit dari tempat dudukku karena eggy begitu bersi keras membangunkanku,
aku pun segera bergegas untuk mandi dan bersiap siap.
Briefing pun di mulai, selama 15
menit kami membahas segala hal yang akan dilaksanakan hari ini sampai akhirnya
breafing pun selesai dan kami mulai menuju pos tugas kami masing masing untuk
bersiap. Tak di sangka para murid lain sudah mulai hadir, dan acarapun segera
dimulai.
Pertunjukan demi pertunjukan
berlangsung, satu demi satu kegiatan usai dilaksanakan, hingga tibalah di
puncak acara yaitu bintang tamu dan band sekolah akan tampil, awalnya aku
sedikit tak perduli karena badan ku sudah lemas dan mataku begitu berat, tapi
begitu aku menoleh kearah panggung, tak ku sangka sangka ternyata yang jadi
seorang vocalis nya adalah wanita, dan ternyata itu adalah elvi, begitu musik
bergema aku seakan tak asing lagi dengan lagunya, ternyata benar, ini adalah
lagu yg semalam ku dengar di ruang musik. Entah mengapa saat lagu itu
berkumandang dan seiring berlantunnya nada demi nada, mata ku tak mau lepas
untuk memandangnya, lirik demi lirik seolah merasuki batinku, dan akhirnya aku
tersadar, bahwa aku jatuhcinta lagi, ya aku terpikat dan terpesona untuk yang
ke 2 kalinya pada elvi, hari itu menjadi hari yang melelahkan bagiku tapi semua
terbayar dengan manis. Dalam hati aku bertekad, bahwa sejak saat ini aku harus
bisa mendapatkan elvi.
Dan akhirnya acara pun selesai
diselenggarakan, kami semua sangat senang dan begitu menikmati hari ini terutama
aku yang mulai punya tujuan baru, dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5
sore, waktunya kami untuk bergegas kembali ke rumah masing masing, namu aku tak
begitu terburu buru malah aku sedikit bersengaja terdiam di pos satpam dekat gerbang
keluar sekolah, ya sebenarnya alasanku di sana adalah untuk menunggu elvi dan
meminta kontaknya, tapi apa daya ternya ta ia tak kunjung nampak, apakah dia
sudah pulang lebih awal, atau masih bersama anak anak band, atau... atau dan
atau lain?
Entah lah berbagai opini mulai
keluar dari benak ku sampai pada akhirnya munculan eggy dengan sepeda motornya,
dia berhenti tepat di depanku, dan dengan wajah nya yang khas dia mengajak ku
pulang bersama karena kami memang satu arah, namun aku tetap harus naik
angkutan umum lagi nanti, dan mau tak mau aku harus menuruti dan memenuhi
ajakannya karna kalu tidak dia pasti curiga, mengapa aku sendirian di sini,
lantas kami pun bergegas dan eggy mulai
memacu speda motornya, dan kesimpulan hari ini adalah aku gagal mendapatkan
kontak elvi, sungguh malang nasib ku, tapi aku tak akan menyerah, besok dan
bahkan besok nya lagi aku akan terus memburu nya, dan semoga saja aku bisa
mendapatkan kontaknya langsung bagai manapun caranya :)
..............
Perburuanpun Dimulai >.^.<
<<<<<<<<<<<<<
Bersambung
<<<<<<<<<<<<<
Alur dan tema cerita di ambil dari kisah nyata dan fiktif yang dipadukan, cerita mengalami sedikit perubahan dan nama tokoh di samarkan, bila ada kesamaan nama dan tempat itu hanya ketidak sengajaan kami pihak penulis.
Alur dan tema cerita di ambil dari kisah nyata dan fiktif yang dipadukan, cerita mengalami sedikit perubahan dan nama tokoh di samarkan, bila ada kesamaan nama dan tempat itu hanya ketidak sengajaan kami pihak penulis.
Terimakasih
telah membaca cerpen kami dan nantikan kelanjutan ceritanya di
Deep in My
Heart part 7 "Awal yang Cepat"
thamks a lot
BalasHapus