Jumat, 17 Juni 2016

Deep In My Heart Part 6 Lembaran Putih


Cinta bagiku kini hanyalah sebuah kepompong, kepompong yang kita rawat dengan sepenuh hati, berproses dari seekor ulat kecil yang tumbuh, menjadi dewasa dan berubah, perlahan tanpa kita sadari, kelak suatu saat nanti ia akan berubah menjadi seekor kupu kupu cantik yang perlahan akan terbang meninggalkan kita. Semua itu akan menjadi sebuah bukti bahwa,

"sesuatu yang kau rawat cepat atau lambat pasti meninggalkanmu
saat ia menemukan bunga yang baru, entah ia akan kembali atau
 bahkan hilang selamanya".

Ketika kehilangan tiba, dan kekecewaan datang berulang , jadikan lah hal itu yang membuat kita semakin tumbuh dan menjadi lebih baik, meskipun semuanya dimulai dari sebuah lembaran halaman yang penuh dengan coretan tinta, menuju lembaran baru yang selalu tersedia, putih dan belum ternoda, siap untuk membuka cerita baru yang lebih baik.
Mengapa?
Karna tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita semua.



Hari demi hari berlalu begitu cepat, masa silam memang amat menyakitkan namun kini aku mulai merelakan dan mencoba tak lagi mengingat semuanya, karna yang aku tau,

"manusia tidak lah bisa benar benar melupakan sesuatu, yang bisa ia lakukan hanyalah mencoba untuk tidak mengingat lalu menepikan berkas ingatan yang ada dipikiran nya, sehingga memori ingatan itu tak lagi terbuka, hal itulah yang kita sebut dengan melupakan".


Kini setelah sekian lama aku melewati kesendirian, ada berbagai hal yang telah kucapai dan ku lewati tanpa ada orang yang bisa ku ajak berbagi, hari hari ku kini di sibukan dengan berbagai kegiatan bersama teman teman yang begitu luar biasa, mereka memberikan begitu banyak kenangan indah dan hal hal yang amat berharga bagiku, selain itu aku juga kini di sibukan dengan kegiatan organisasi dikarenakan sebentar lagi akan di gelar sebuah pensi di sekolah, segala hal inilah yang kini bisa membuat ku menepikan masa silam yang tak ingin ku ingat lagi
/======================\
||  (pensi : pentas seni)  ||
\======================/
  Saat ini matahari tak begitu terik, awan menghalangi cahayanya, aku terduduk di kursi depan ruang osis bersama teman teman, kami berdiskusi bersama dan sedikit bercanda tawa untuk memembahas masalah pensi yang akan di gelar beberapa hari lagi, dan disinilan puncak kesibukan kami para panitia, berbagai macam hal harus di persiapkan sematang mungkin mulai dari mempersiapkan dokumen, menyediakan berbagai macam persiapan tertulis, membuat dekorasi tatanan panggung, mencari sponsor, bahkan mengurusi berbagai hal yang melelahkan lainnya. Karena kegiatan pensi ini sekarang aku jadi sering menginap di sekolah dan pulang  lebih terlambat dari seharusnya, kini  aku lebih sering mengghabiskan waktu ku di sekolah, kebetulan di kepanitiaan pensi ini aku di tempatkan sebagai seksi sponsorship yang membuatku semakin sibuk kesana kemari, selain itu aku juga harus membantu anak anak dekorasi untuk membuat berbagai persiapan tatanan panggung nanti,bahkan aku harus berlatih juga bersama anak seni karena kami akan mengadakan sedikit pertunjukan teater di acara pensi nanti, aku berharap semua kesibukan ini akan menghasilkan hal hal positif dalam hidupku dan pensi tahun ini akan berjalan dengan sukses.
Tapi di sela kesibukan ini hati kecilku terus berteriak, ia seolah terkurung dan memberontak, meski kini ia terbalut luka dan tak utuh lagi, terkadang ingin rasanya ia bisa berbagi segala yang ia punya dengan seseorang, membagi kasih sayang, perhatian, bahkan segalanya.  namun apa daya itu hanyalah nafsu sesaat yang mungkin akhirnya akan berujung sama dengan apa yang telah terjadi sebelumnya, entah sampai kapan semua akan seperti ini, entah kapan aku bisa menemukan obat untuk hatiku ini yang bahkan sudah tak utuh lagi.
Tak terasa kini senja mengucapkan salam perpisahannya dan sebentar lagi bintang kan memburu mangsanya membuat para pria kesepian sepertiku ini iri padanya, akhirnya aktivitas ku hari ini usai sudah dan aku harus bergegas pulang sebelum bintang menampakan dirinya. Hari ini aku pulang menaiki angkutan umum seperti biasanya, dengan kesesakan yang ada dan perjalanan panjang yang tak mungkin di reda. Kebetulan aku duduk di kursi paling belakang saat ini, dengan earphon yang terpasang dikuping membuat  mataku kini terpejam sembari mendengarkan beberapa lantunan syair yang ada di ponselku, sejenak aku membuka mata dan menatap pada kaca belakan mobil yang ku tumpangi ini, ternyata bintang bintang begitu indahnya bermain main di langit dengan cahayanya, tak mau kalah sang bulan yang setia berada di sisinya, semua itu membuatku melamun begitu lama, akankah suatu saat aku bertemu dengan orang yang bisa mendampingiku, dan mungkinkah suatu saat nanti. 

Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrd drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrd drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrd

Tiba tiba saja hp ku bergetar dan menyadarkanku dari lamunan, ternyata ada pesan dari seniorku, ia menanyakan beberapa hal mengenai sponsor kami di acara pensi yang akan di selenggarakan 2 hari lagi guna pencantuman nama perusahaan terkait yang akan di cantumkan di pamplet utama acara kali ini, pesan demi pesan membuatku lupa bahwa sebentar lagi aku sampai di rumah, untung saja aku tersadar dan segera bersiap untuk turun dari angkutan umum ini.

Sesampainya di rumah aku segera meletakan tasku dan segera mandi, karena badanku begitu lusuh dan lelah, setelah mandi dan berganti baju aku segera menyantap makanan yang sudah di masakan ibu sedari sore tadi, setelah itu aku segera pergi kekamar dan beristirahat, dikarenakan besok akan jadi hari yang panjang, hari dimana puncak dari kerja keras kami para panitia pensi akan terbayar.

Ayam berkokok di ujung timur, mengabarkan bahwa sang mentari telah tiba, perlahan mataku terbuka, saat ku melirik ke arah jam dinding ternyata jarum jam sudah menunjuk angka 6, serentak aku pun bangkit dari tempat tidur dan bergegas untuk bersiap siap pergi ke sekolah.


Hari ini merupakan hari besar, hari dimana persiapan terakhirku untuk menghadapi pensi besok, sesampainya di sekolah aku telah di suguhkan begitu banyak pekerjaan, selain belajar tentunya, karena sesibuk apapu kita di organisasi, pelajaran tetaplah no satu, tak terasa hari ini pelajaran begitu padat, hingga tibalah di jampelajaran terakhir, yaitu mata  pelajaran fisika, salah satu mata pelajaran ke sukaan ku, selain gurunya yang pandai menjelaskan dan menyampaikan ilmunya kepada kami, materi yang dicakup nya juga begitu membuat ku penasaran, apa lagi mengenai satuan ukuran kekal yaitu waktu, banyak hal yang ingin aku ketahui tentang waktu, namun sayangnya kemampuanku hanyalan sebatas anak SMA yang sedikit pemalas.
Bel pulang pun akhirnya menderu, membuat se antera sekolah bergembira, namun kegiatan ku  hari ini tidak berakhir sampai di situ saja, melainkan semua baru di mulai sekarang. Jarum jam kini menunjuk pada angka 2, menandakan waktu istirahatku tingga 30 menit, karena pukul 2.30 akan di adakan rapat final panitia pensi, aku pun memanfaatkan waktu yang tersisa untuk segera ke kantin dan mengisi amunisiku sebelum nanti aku berperang melawan kesibukan lain, akhirnya aku bergegas menuju kantin sekolah yang terletak sedikit jauh dari kelasku, saat ku menuju kesana aku di temani oleh 2 temanku adi dan eggy namun bgitu ku sampai disana  ada 2  hal yang membuatku sedikit tertegun. Pertama ada seorang wanita cantik yang membuatku terpesona, dan di sisi lain aku melihat fatma bersama kekasih barunya, dan hal itu akhirnya membuat langkah ku terhenti, namun ternyata eggy dan adi juga menyadari hal itu, mereka segera menarik tangan ku dan bergegas menuju kantin. Dan tiba tiba saja fatma melihat ke arah ku lalu bergegas pergi bersama kekasih barunya. 

“heh terumbu karang, kenapa lah kau jadi murung begitu, ayolah kita makan, waktu kita nggak banyak ini”
 kata eggy padaku sembari menyindirku sedikit

“ayolah ga cepat kau mau pesan apa, nanti aku bayar” 
adi pun tak mau kalah, dia membujuk ku dengan andil mentraktir, namun pada ujung nya tetap saja kami membayar makanan kami masing masing

“ah ia, aku pesan nasi goreng sama susu putih hangat plus coklat bubuk pake es ya” 
jawabku pada eggy dan adi

Akhirnya seselsainya kami memesan, kami langsung mencari tempat duduk. Di sela menunggu pesanan datang aku pun akhirnya mendapatkan banyak ceramah dari adi dan eggy, seolah mereka adalah mainstro nya dalam  masalah cinta, padahal adi baru saja putus dan eggy masih jomblo sedari smp, tapi mungkin dengan cara inilah  mereka menghiburku, dari apa yang mereka katakan ada 1 kalimat yang masih ku ingat sampai hari ini.

“ketika kau dengarkan sebuah lelucon, kau akan tertawa dan tersenyum, bahkan hingga terbahak bahak, namu bila kau dengatkan lelucon yang sama untuk kedua kalinya kau hanya akan tertegun biasa saja, lantas bisa demikian mengapa kita masih saja bersedih dengan hal yang sama? bahkan untuk yang kesekian kalinya”

Akhirnya pesanan kami pun tiba, kami segera menyantap hidangan yang ada karena sebentar lagi rapat akan di mulai.
Akhirnya kami bergegas menuju ruang rapat setelah selesai makan siang, namu seperti biasa ketika masuk kesana sudah banya orang yang menunggu, biarpu aku begitu sibuk dan aktif di organisasi ini aku sama sekali tak mengenal banyak orang, karena selama ini aku malas untuk bersosialisasi dengan banyak orang, dan akhirnya akupun tidak mengenal adik kelasku sendiri, namun semua itu tak jadi penghalang bagiku karena kebanyakan orang di ruangan ini mengenalkun walaupun sebenarnya aku tak terlalu mengenal banyak orang di sini, dan setelah menunggu 5 menit di ruangan ini, sang ketua pun masuk dan segera memulai rapat final kami.

Hari ini sunggu melelahkan, tak terasa senja telah datang, dan rapat pada hari ini pun telah selesai 2 jam lalu, namun hari ini aku tak bisa pulang ke rumah seperti biasa karna hari ini aku harus bermalam di sekolah guna mempersiapkan kegiatan untuk esok hari, malam ini aku pasti sangat sibuk untuk mengurus banyak hal bersama teman teman, mulai dari mencetak id card, memasang baliho,  mendekorasi panggung pentas dan lainnya, namun sekarang aku masi bisa beristirahat karena masih banyak panitia yang pulang untuk membawa perbekalan.

Untuk memanfaatkan kesenggangan waktu yang ada aku menghabiskan waktu untuk duduk terdiam sendirian di depan kelas sembari mendengarkan musik dan membaca buku, sambil menikmati senja yang perlahan pergi, namun baru saja beberapa menit aku terdiam membaca, aku sedikit di kejutkan oleh seseorang yang menepuk pundak ku, aku pun segera menoleh dan melepaskan  earphon yang ku pakai, saat ku menoleh aku semakin terkejut karena ternyata itu adalah wanita yang tadi dikantin sempat membuatku tertegun diam sejenak, namun aku tidak tau siapa nama nya, yang jelas bila dia disini dia pansti panitia pensi sama sepertiku, dan ternyata memang benar.

“ka gaga”

“eh ia, maaf siapa ya?”
 jawab ku sembari sedikit gugup, dalam hati aku bergumam, betapa bodohnya aku yang tak menyadari sosok bidadari ini, padahal kami satu kepanitiaan, dan bila dia memanggil ku dengan panggilan ka, ber arti dia adalah adik kelasku.

“ aku  elvi ka panggil aja vivi” 

“oh elvi, eh kamu ko tau nama ku?” 

“eh ia ka, anu aku tau waktu kaka perkenalan di rapat pertama kita dulu”

“oh iya ya, eh ada apa elvi? Eh maksudku vivi”

“anu ka aku mau tanya kalo ruang buat simpan barang dekor pindah kemana ya, soalnya aku tadi siang engga ikut rapat”

“oh itu, ruang dekor kebetulan pindah ke sini, ini aku lagi nunggu ketua dekornya datang”

“oh iya ka “

Dan akhirnya kami pun berbincang cukup panjang, sampai pada akhirnya anak anak lain pun datang, dan elvi juga pergi bersama beberapa temannya untuk membeli beberapa keperluan lain, sementara itu aku  masi di depan kelas yang ber alih fungsi jadi ruang dekorasi ini bersama elsa sang mainstronya dekorasi anak kesenian sekolah, juga beberapa anak anak dekorasi lain.
Tak terasa hari sudah malam, dan kami masih saja di sibukan dengan berbagai hal, ada yang menata panggung, ada yang menata kursi tamu, peralatan tampil, alat band, bahkan berlatih untuk tampil esok hari.
Semua orang sangat sibuk sampai sampai aku lupa untuk mencetak id card ku sendiri, namun untung saja eggy sudah mencetakannya untukku. Hari semakin larut dan sampailah kami pada akhir kinerja di hari ini yaitu kumpul evaluasi persiapan h-1 pensi. Evaluasi berjalan tidak terlalu lama berhububung waktu yang sudah terlalu larut malam. Setelah rapat selesai semua kembali ke pos mereka untuk beristirahat, dan bersiap untuk esok hari karena besok pagi sekali kami harus sudah siap untuk melaksanakan acara terbesar kami. Namun apa daya, aku takbisa memejamkan mataku, dan akhirnya aku memilih untuk pergi keluar untuk mencari angin segar. Aku berjalan menyusuri beberapa kelas bahkan aku melewati kelas yang di pakai sebagai ruang musik, ternyata ada beberapa orang yang masih berlatih di sana, tak sengaja aku mendengar seorang wanita yang sedang bernyanyi di iringi suara guitar, suaranya begitu merdu,namu aku tak mau menggangu kegiatan mereka dan segera berjalan menuju perpustakaan, dan di sana juga masih ada ketua kami yang sedang mengetik beberapa dokumen, tapi aku tak menghiraukannya karena dia memang pekerjakeras, jadi aku langsung saja menuju ruang dekorasi dan duduk sambil menyender pada dinding tembok di depan kelas itu sembari mendengarkan musik yang ku suka, tak ku sangka ternyata bitang malam ini begitu indah, bersama bulan purnama yang sempurna, memancarkan cahaya yang berkelap kelip indahnya. Tak terasa ternyata akupun memejamkan mata dan tertidur disana.

“ga bangun ga!!!, udah pagi woy ...” 
sebuah suara pun membangunkan ku dari tidur, mata ku begitu berat untuk ku buka, dan ternyata yang membangunkanku adalah eggy,

“woy bangun ayo udah pagi ini, cepet buruan mandi, 45 menit lagi kita mau briefing”

“ahhh ngantukk, 5 menit lagi yaa”

“ga boleh pokonya sekarang bangun buruan”

Akhirnya mau tak mau aku harungkit dari tempat dudukku karena eggy begitu bersi keras membangunkanku, aku pun segera bergegas untuk mandi dan bersiap siap. 

Briefing pun di mulai, selama 15 menit kami membahas segala hal yang akan dilaksanakan hari ini sampai akhirnya breafing pun selesai dan kami mulai menuju pos tugas kami masing masing untuk bersiap. Tak di sangka para murid lain sudah mulai hadir, dan acarapun segera dimulai.
Pertunjukan demi pertunjukan berlangsung, satu demi satu kegiatan usai dilaksanakan, hingga tibalah di puncak acara yaitu bintang tamu dan band sekolah akan tampil, awalnya aku sedikit tak perduli karena badan ku sudah lemas dan mataku begitu berat, tapi begitu aku menoleh kearah panggung, tak ku sangka sangka ternyata yang jadi seorang vocalis nya adalah wanita, dan ternyata itu adalah elvi, begitu musik bergema aku seakan tak asing lagi dengan lagunya, ternyata benar, ini adalah lagu yg semalam ku dengar di ruang musik. Entah mengapa saat lagu itu berkumandang dan seiring berlantunnya nada demi nada, mata ku tak mau lepas untuk memandangnya, lirik demi lirik seolah merasuki batinku, dan akhirnya aku tersadar, bahwa aku jatuhcinta lagi, ya aku terpikat dan terpesona untuk yang ke 2 kalinya pada elvi, hari itu menjadi hari yang melelahkan bagiku tapi semua terbayar dengan manis. Dalam hati aku bertekad, bahwa sejak saat ini aku harus bisa mendapatkan elvi.

Dan akhirnya acara pun selesai diselenggarakan, kami semua sangat senang dan begitu menikmati hari ini terutama aku yang mulai punya tujuan baru, dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, waktunya kami untuk bergegas kembali ke rumah masing masing, namu aku tak begitu terburu buru malah aku sedikit bersengaja terdiam di pos satpam dekat gerbang keluar sekolah, ya sebenarnya alasanku di sana adalah untuk menunggu elvi dan meminta kontaknya, tapi apa daya ternya ta ia tak kunjung nampak, apakah dia sudah pulang lebih awal, atau masih bersama anak anak band, atau... atau dan atau lain?
Entah lah berbagai opini mulai keluar dari benak ku sampai pada akhirnya munculan eggy dengan sepeda motornya, dia berhenti tepat di depanku, dan dengan wajah nya yang khas dia mengajak ku pulang bersama karena kami memang satu arah, namun aku tetap harus naik angkutan umum lagi nanti, dan mau tak mau aku harus menuruti dan memenuhi ajakannya karna kalu tidak dia pasti curiga, mengapa aku sendirian di sini, lantas kami pun bergegas dan eggy  mulai memacu speda motornya, dan kesimpulan hari ini adalah aku gagal mendapatkan kontak elvi, sungguh malang nasib ku, tapi aku tak akan menyerah, besok dan bahkan besok nya lagi aku akan terus memburu nya, dan semoga saja aku bisa mendapatkan kontaknya langsung bagai manapun caranya :)
..............

Perburuanpun Dimulai  >.^.< 

<<<<<<<<<<<<< Bersambung <<<<<<<<<<<<<
 Alur dan tema cerita di ambil dari kisah nyata dan fiktif yang dipadukan, cerita mengalami sedikit perubahan dan nama tokoh di samarkan, bila ada kesamaan nama dan tempat itu hanya ketidak sengajaan kami pihak penulis.

                   Terimakasih telah membaca cerpen kami dan nantikan kelanjutan ceritanya di
 Deep in My Heart part 7 "Awal yang Cepat"



1 komentar: