Rabu, 24 Juni 2015

Deep In My Heart Part 1 First love


Part 1 First love
 
Cerita ini bermula  saat aku membaca sebuah kalimat dalam sebuah situs media sosial,
“I’m not afraid to fall in love again
But I’m afraid to fall for wrong person again”
Yah kata itulah yang mengingatkan ku akan semuanya, semua cerita masalalu ku. Kisah cintaku dan semua kenangan manis nan pahit yang terus membimbing juga mendidik ku sampai pada saat ini.  Namun, saat ini aku merasa takut, bukan takut untuk jatuh cinta lagi, tapi aku takut  jatuh untuk orang yang salah lagi.
Bisa di bilang cerita cinta ku amat tragis, entah lah mungkin jika kisah kisah itu tak ada dalam kehidupankua mungkin aku tak akan jadi seperti sekarang ini.
Ini adalah kisah cinta pertamaku.Kisah ini berawal saat aku duduk di kelas 10 semester 2 SMA,
saat itu aku sedang dihadapkan pada ujian kenaikan kelas, di ruang ujian semua siswa duduk berpasangan, namun bukan dengan teman 1 kelas melainkan dengan kakak kelas kami, dan mungkin itulah tradisi di sekolahku.
Hari demi hari aku lewati di ruangan itu, dan tak terasa tiba juga aku di hari terakhir ujian kenaikan kelas, tapi hari ini justru bukan hari terakhir bagiku, melainkan awal dari semua cerita yang luar biasa. Saat itu aku baru saja memasuki ruangan setelah beristirahat bersama teman teman ku, dalam benak ku aku berniat untuk mengambil buku di tasku dan membacanya di dalam kelas namun apa daya, seorang wanita sedang menduduki kursi ku, saat itu aku tak terlalu memperhatikan nya, wanita dengan jaket merah dan senyum yang indah, aku pikir aku tak mau mengganggu kesenangannya karena saat itu dia sedang asik bercanda tawa bersama teman teman nya terlebih dia itu kakak kelasku jadi aku tidak mau mengganggu mereka. Aku pun mengurung kan niat ku untuk duduk di bangku ku dan kembali keluar menemui teman teman ku.
Saat itu aku tidak terlalu memperdulikan wanita yg duduk di bangku ku itu, tapi beberapa hari  setelah ujian kenaikan kelas selesai saat dimana sekolah ku hanya di isi dengan bermain setiap hari dan menunggu hasil dari ujian kenaikan kelas, saat itu aku dan teman teman ku sedang  duduk di depan kelas dan bersendu gurau bersama hingga akhirnya mataku tertuju pada seorang wanita yang barusaja berjalan melewati kami, jaket merah itu, dan senyum itu membuatku tak bisa memalingkan mataku.ya, dia adalah wanita yang wakti itu duduk di bangku ku,dan sekarang dia membuat ku sadar, entah apa yang sepecial darinya tapi saat ini mataku tak bisa lepas untuk tidak memperhatikannya.
Semenjak hari itu aku mencoba mencari tahu tentang dia, wanita berjaket merah itu, hingga akhirnya aku tau bahwa namanya adalah ega aku mengetahui hal itu dari kakak kelas ku di OSIS, saat itu aku pun memberanikan diri untuk meminta no telpon nya dari kakak kelas ku yg kebetulan satu kelas dengan ka ega, aku pun memulai semuanya dengan mengirim ka ega sebuah pesan singkat,hingga berakhir dengan segala hal yang tak bisa ku lupa, aku tau setiap hal tentang nya dan aku pun sekarang tau bahwa dia duduk di kelas 11 ipa tapi sekarang dia sudah duduk di kelas 12 ipa, kelasnya tepat berada di samping kelas ku, kelas kami hanya di pisahkan oleh sebuah gudang dan sebuah tangga.
Ceritaku dengan ega berawal sangat indah, bermula dari sebuah perkenalan di SMS berlanjut pada pertanyaan dan obrolan mengenai diri kami masing masing,  bahkan di hari pertama kami berkenalan, aku tau bahwa dia anak tunggal di keluarganya, dia suka jus strawbery sama sepertiku dan bahkan banyak lagi hal hal dan kesaman kami.
di hari kedua kami mulai saling bertanya masalah hobi dan segala hal mengenai diri kami masing masing, dan tanpa di sangka kami memiliki banyak kesamaan. Hari itu seakan berlalu begitu singkat, sang mentari yang sedari tadi bersinar menerangi bumi, awan dan tetesan hujan yang seolah amat merindukan bumi, mereka kini tlah pergi, awan dan hujan yang di seret angina dan mentari yang di seret sang waktu untuk pulang, di hari itu kebetulan aku pulang agak sore dikarenakan ada rapat OSIS, tepat pukul 17. 37 aku baru mengijakan kaki ku di luar sekolah, aku berjalan sampai ke jalan raya, aku merogoh dan melihat hp ku tapi tak ada pesan di sana, aku kembali memasukan nya kedalam saku celana ku, hari pun telah gelap gulita saat aku tlah sampai di kamarku, aku duduk di pintu kamarku dan menatap keluar, menyaksikan benda ciptaan Sang Suasa yang maha segalanya, segala yang ia tata di langit begitu indah, dan hp ku tiba tiba bergetar, ada pesan di sana, segera aku membukanya, dan ternyata itu dari ka ega,
“langit nya indah ya”
“iya ka”
“de kalo kamu jadi salah satu benda indah yang ada di langit kamu mau jadi apa?” Tanya ka ega di pesan singkatnya
“aku gak tau ka, semuanya begitu indah”
Ya memang, malam itu seolah olah langit mengenakan busana andalan nya dan tampil begitu cantik, malam itu menjadi saksi, bahwa ada 2 insan yang sedang menatap dan memperbincangkan keindahan ciptaan Sang Kuasa yang sangat luar biasa, tampil begitu anggun dan indah.
“kalo aku pengen jadi bintang”
“loh kenapa bintang ka”
“bintang itu indah, mereka bersinar dan menyimpan sejuta rahasia, biarpun mereka semua menghiasi malam tapi pasti tetep bakalan ada 1 bintang yang bersinar lebih terang dari yang lain, tapi dia sama sekali gak ngerusak keindahan teman teman yang ada di samping nya,
Bintang itu indah J
“kalo begitu ade pengen jadi bulan ya ka,”
“loh kenapa bulan?” Tanya ka ega pada ku
“bulan itu tenang, meski dia tak bisa bersinar sempurna setiap saat tapi dia terus berjuang untuk menampilkan yg terbaik, ada saatnya dia bersinar penuh, ada saatnya dia kehilangan setengah dari dirinya, bahkan lebih dari itu, dan yang paling penting bulan selalu di temani bintang kak J”.
Malam itu bagiku malam yang sederhana tapi begitu mengesankan, membuatku tersadar akan beberapa hal yang tak pernah aku sadari sebelumnya.
Waktu berlali dengan cepatnya,di hari hari selanjutnya kami semakin dekat dan saling akrab satu sama lain,dan tibalah di suatu hari dimana di hari itu aku bertanya dalam hati, apakah yang aku rasakan ini, dia sang bintang yg selalu bersinar dan tampak begitu istimewa, sekarang membuat ku seperti ini, apakah ini cinta? Atau aku hanya mengaguminya saja? Entahlah, apapun itu sulit untuk hatiku menjawabnya, semua pertanyaan itu selalu membayangiku, aku tak pernah mengobrol langsung dengan ka ega, kami hanya berkomunikasi melalui media social dan sms, tapi meski hany sebatas itu aku sangat senang, dia memberi warna dan pandangan baru dalam hidupku, sang bulan yang terus menjalani tugasnya menyinari dunia, mengorbankan sinarnya saat purnama, kehilangan segalanya saat gerhana, tapi tetap bersinar setiap malam nya, sampai pada suatu hari sang bintang menghampirinya.
Saat itu hari jumat, sepulang jumatan aku berniat langsung pulang kerumah, dan ketika aku mengambil task u dikelas ega lewat di hadapan ku bersama teman temannya, dia berhenti sejenak dihadapanku, dia berkata “de jangan pulang sore sore loh, tar ibu nyariin. Kk duluan ya” ia pun berlalu pergi, setelah beberapa langkah ia berbalik dan tersenyum ia mengangkat tangan kanan nya dan melambai lalu pergi begitu saja, aku tertegun dan terdiam, berbagai pertanyaan memenuhi otak ku,
“Kenapa tadi ga di tegur balik ?kenapa gak di jawab? Padahal pulang bareng aja?Kenapa aku diam? Ada apa dengan ku? Aku kenapa? Ada apa ini? Apa ini hanya mimpi? Apa aku ini bodoh hanya terdiam?” dan banyak lagi pertanyaan yang ada di otak ku.
 Mentari tlah usai dengan tugasnya, sang rembulan pun telah bersinar kembali, dimalam itu aku berbaring di ranjangku,merenung menatapi langit langit kamarku sambil sesekali tersenyum sendirian membaca pesan singkat darinya. Ya mungkinkah? Mungkinkan ini cinta, apa mungkin dia yang membuatku seperti ini dan apa benar dia cinta pertamaku?Entah lah, yang jelas aku sangat bahagia bisa mengenalnya.
(sms PDKT : fase labil dimana seorang insan muda tersenyum sendiri di kamar sembari berbaring di tempat tidurnya atau bahkan di berbagai tempat lainnya tatkala ia membaca pesan dari seseorang yang ia suka)
Hari pun berganti begitu cepatnya hari demi hari kami saling mengenal satu sama lain, saling memperhatikan kegiatan kami masing masing, bahkan kami mulai sering berangkat dan pulang sekolah bersama, sampai sampai di suatu hari kami terjebak macet, hingga kami harus berjalan kaki beberapa kilometer bersama,
(fase pulang bareng: dimana yang namanya modus pulang bareng adalah pulangnya gak searah karna modustiba tiba jadi searah :v)
semua begitu indah, sampai tiba di suatu hari dimana aku berpikir itu hari terburuk ku.Hari itu tidak seperti biasanya, sedari pagi tiada satupun aku dapati pesan darinya, dan aku coba mengirim pesan terlebih dahulu namun sayang, tak kunjung ada balasan.Sampai tiba di malam hari tepatnya pukul 20:13 WIB.dia mengirim ku pesan, dalam pesan nya ia menuliskanbeberapa rangkaian kata dan kalimat yang aku ingat sampai saat ini. Hal  itulah yang membuat ku terjatuh kedalam sebuah lubang yang tak kunjung ku temui dasarnya.
“selamat malam de, sebelum nya  maaf kakak baru bisa membalas pesan sekarang
De sepertinya kita tidak bisa seperti ini lagi.
Mungkin lebih baik mulai sekarang kamu berfokus pada ujian pertengahan semester, maaf sebelumnya tapi ini tidak bisa kita lanjutkan lagi.”
“tapi ka kenapa seperti ini?” balas ku dalam pesan singkat
“maaf tapi sepertinya kita tidak bisa lanjutkan lagi semuanya”  tulis nya dalam pesan ke 2 yang kuterima di hari itu
“tapi ka, apa ade berbuat kesalahan sehingga membuat kakak marah? Atau ada hal lain? Ka ade minta maaf bila ade ada salah tapi sejujurnya selama ini ade menyukai kakak, dan bila semuanya berakhir di sini, semuanya ga ada artinya lagi kak”
“de, andai kamu kirim pesan itu 2 jam sebelum kakak mengirim mu pesan, mungkin ceritanya akan berbeda
Balasnya dengan smile di akhir pesan nya, hal itu yang membuatku bertanya Tanya dalam hati, ada apa ini? Apa aku berbuat salah? Lantas apa kesalahanku?
Aku mencoba menarik nafas dan menenangkan diri lalu ku balas lagi pesan darinya
“tapi ka kenapa?”
Dan akhirnya aku mendapat balasan yang amat menggetarkan hatiku, ini bukan getaran cinta, melainkan getaran yang melebihi itu, mungkin karna saking kerasnya getaraninihatiku mulai retak, runtuh dan hancur perlahan lahan.
“de kakak minta maaf. Dan trimakasih untuk masa masa indah kita selama ini, tapi hari ini semua akan berbeda, sekarang kakak sudah memiliki seorang kekasih. Baru saja dia menyatakan nya dan kakak tak punya alasan untuk menolak, andai pesan tadi,ade kirim lebih awal pasti semuanya akan berbeda. Tapi mungkin inilah jalan yang di takdirkan tuhan, sekali lagi kakak minta maaf dan trimakasih untuk masa indah kita”
Setelah membacanya aku tak percaya dengan apa yang baru saja ku lihat dan ku baca, hatiku serasa tak berwujud lagi. Mataku serasa perih, tapi aku tak bisa lari terus menerus dan menyembunyikan perasaan ini, aku haru membalas pesan itu walaupun jari jariku berat untuk menyusun kata,
“baiklah ka kalau begitu, maaf ade sudah mengganggu malam kakak. Ka, ade sayang kakak ade harap pertemanan kita tidak hanya sampai di sini, ade siap menunggu kakak sampai kapan pun dan trimakasih untuk kebersamaan kita meski hanya sebentar, ade harap kita bisa seperti ini lagi”
Itulah pesan terakhir yang ku kirim di malam itu.
Setelah malam itu aku merasa terpuruk, orang yg pertama ku cintai telah bersama orang lain. Setelah beberapa hari semenjak malam itu aku pun bertekad melupakan nya dan berusaha memperpadat kegiatanku di sekolah, aku pun mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan penting bahkan sampai pada kegiatan yang tiada gunanya, seperti menggambar di papan tulis lalu menghapusnya kembali melakukan it uterus menerus sampai berjam jam.
Waktu berganti begitu cepat, sekarang ini aku mengikuti  ekstrakulikuler basket di sekolahku meski akhirnya aku berhenti sebelum mahir memainkan si bundar besar itu. Di basket, aku mendapat banyak  teman, adik kelas maupun kakak kelas, kami sering bercanda tawa bersama, ke anehan dan kekocakan merekalah yang membuatku perlahan mulai menghapus nama ega dari kehidupan ku. Tapi karna desakan orang tua aku berhenti mengikuti ekstrakulikuler basket, dengan dalih aku selalu pulang malam karna basket
Aku pun kini tak punya kegiatan tetap sepulang sekolah, yang biasanya bermain dan berkumpul bersama anak anak basket sekarang aku tak bisa lagi seperti itu, sekarang aku hanya berfokus di OSIS saja, dan pada akhirnya di suatu hari aku melihat ega sedang termenung duduk di depan kelasnya, hari itu aku sangat penasaran, ada apa gerangan dengan nya dan sudah lama juga aku tidak melihat nya, biasanya dia selalu ceria dan tidak pernah semurung itu, tapi sekarang dia benar benar berbeda, dalam hati aku sangat ingin menghampiri dan menyapannya tapi aku tidak bisa, raga ini terus menolak, sampai akhirnya kuputuskan untuk mengirim nya sebuah pesan.
“siang kak, kenapa? Ko kelihatannya lagi murung”
hampir 4 jam semenjak aku mengirim pesan itu dan tak kunjung ada balasan, hingga akhirnya bel pulang pun berbunyi, aku pun mengecek hp ku dan berharap mendapat pesan balasan namun apa daya, pesan itu tak pernah ada, lantas aku pun menaruh kembali hp ku ke dalam saku, baru saja ku mau menaruh nya, hp ku bergetar menandakan ada pesan masuk, dan ternyata itu dari kak ega.
“ah tidak de, hanya ada sedikit masalah”
“masalah apa ka? Mungkin ade bisa bantu” aku pun langsung membalas pesan dari kak ega
Dan mulai detik itu dia mulai menceritakan semuanya segala hal yang ia lalui sejak kami memutuskan untuk tak melanjutkan hubungan kami yang padahal hanya sebatas teman, akhirnya dia pun menceritakan tentang kekasihnya, biarpun itu sedikit menyayat hatiku, tapi dari ceritanya aku bisa menarik kesimpulan dan kesimpulan yang ku ambil adalah, kak ega selalu merasa tak mendapat perhatian cukup dari kekasih nya karenya kekasihnya terlalu sibuk.
Dan sejak saat itu kami mulai kembali saling mengirim pesan setiap harinya, dan kami mulai akrab kembali. Entah ini mmimpi buruk bagiku atau justru mimpi indah yang ku nantikan, aku bahkan tak algi mengerti dengan kata hatiku, di satu sisi ia menginginkan hal ini, tapi di satu sisi dia takut terluka lagi, hati yang sudah semakin rapuh namun berusaha tampak kokoh di depan setiap orang.
Hari berlalu begitu cepat, sampai pada suatu malam aku terkejut karena membaca pesan dari kak ega,
“selamat malam de, semoga mimpi indah, tidur yang nyenyak. Imiss all about you ({}).”
Hatiku tertegun begitu membacanya, di saat aku mecoba menganggap nya hanya sebatas kakak kelas, hanya sebatas teman, saat aku mulai mencoba menghapus semua tentang nya dalam pikiran ku, tapi malah kata itu lah yang ku dapat, entah apa yang ada dalam pikiran ku rasa senang namun takut, rasa bimbang juga resah, rasa hampa tapi membawa tawa, rasa sedih juga perih, rasa senang tapi membuat semua terkenang. Akhirnya malam itu aku memutuskan untuk tidak membalas pesan dari nya danmenyimpan telepon genggam ku lalu menarik selimut kesayanganku yang setiap malam mengantarkan ku kealam mimpi.

                Mentari pagi bersinar begitu terangnya, burung burung bersautan,  ayam yang berkokok begitu merdu membangunkan dan menarik ku kembali dari alam mimpi, menandakan hari sudah pagi, aku melirik jam di HP ku dan terkejut, ternyata sudah jam 6, aku pun bergegas bersiap untuk berangkat kesekolah aku khawatir akan terlambat  karena rumah ku sangat jauh dari sekolah, mungkin jaraknya sekitar 15 kilometer, tapi untungnya aku tidak terlambat dan tepat waktu sampai di sekolah.
Sesampainya di sekolah ternyata guru mata pelajaran pertama tidak bisa masuk kelas dikarnakan sedang sakit namun dia memberikan tugas sebagai penggantinya,lantas kami mengerjakat tugas tersebut dengan semangat, aku pun selsai lebih awal sebelum bell pergantian pelajaran berbunyi. Aku mencoba merogoh HP ku yang aku taruh di saku kanan ku, begitu aku membukanya ada 13 pesan disana, tak biasanya HP ku di penuhi oleh pesan, biasanya HP ini seperti pemakaman, hanya oprator lah yang setia mengirim pesan padaku setiap hari.
Pesan demi pesan aku buka tanpa membalasnya, ternyata semua pesan itu dari ka ega,
“selamat pagi de, semoga hari ini menyenangkan”
“jangan lupa sarapan ya de”
“de sudah berangkat”
“de sudah sampai sekolah”
“ade ga sekolah”
……. Dan banyak lagi pesan darinya yang tak bisa aku tuliskan satu per satu.
Aku pun hendak membalasnya, namun saat aku mengimkan pesan balasan ku tiba tiba pesan itu gagal terkirim. Aku pun mencoba mengecek apa yg terjadi dengan hpku dan ternyata pulsaku habis, aku bingung harus bagai mana, karena di sekolah tidak ada yang menjual pulsa terlebih uang jajan ku ketinggalan karena aku terburu buru, sampai akhirnya aku putuskan untuk menemuinya saja dikantin sepulang sekolah, karena hari ini dia ada ekstrakulikuler, biasanya dia tidak langsung pulang dan selalu makan siang di kantin.
……….tengnongggggggggg tengnongggggggg tengnonggggggggggg……….
Bel pulang pun berbunyi, aku pun hendak bergegas keluar kelas dan meninggalkan tas dan buku ku di kelas, aku mencoba untuk datang ke kelasnya namun ternyata kelasnya sudahkosong karena bubar lebih awal, aku pun bertanya pada teman teman ka ega, dan akhirnya aku tau kalo ka ega sedang ke kantin, aku pun berjalan menuju kantin tapi sesampainya disana aku tak melihat ka ega, aku mencoba  mencarinya namun tak juga aku temui batang hidungnya tapi saat aku hendak kembali kekelas, mata ini menemukan sesuatu, aku melihatnya, aku melihat ka ega yg sedang duduk di depan lab sekolah, dia bersama ka reka, seniorku di ekstrakulikuler basket, meraka hanya ber 2 di sana?, jadi selama ini kekasih nya itu ka reka ? ka reka yang selalu bersendu gurau dengan ku saat di basket? Jadi selama ini... dan semua ini… kenapa harus anak basket? Mereka sudah seoerti saudara bagiku, dan saat itu juga aku  mengurungkan niatku untuk menemui ka egadan hendak kembali ke kelas saja, namun sayang ka ega melihatku dan memanggilku,
“de.. ade sini…”
Aku pun tak bisa menolak dan terlanjur ada di sana, terlebih dia memanggil ku terus menerus,akhirnya  aku menghampirinya, meski rasanya  seperti tenggelam di lautan lepas, semakin menghampiri mereka semakin dalam aku tenggelam sampai kedasar lautan,  perlahan dada ini semakin sesak dan tidak bisa bernapas, namun lama kelamaan seperti ada orang yang mengulurkan tangan nya dan  menarik tangan ku kepermukaan, hingga aku tak tenggelam lagi.
“de kamu gapapa? Kamu dari mana? Kamu gak sakit kan ko keliatannya pucet? Kakak smsin dari tadi ga di bales bales lagi, de heeyy? Kok bengong?” pertanyaan ka ega tak henti berkumandang di telingaku,membuat aku tersadar dari lamunanku
ya, mungkinkah? munhkinkah pertanyaan pertanyaan itu lah yang menarik ku dari dasar laut sampai kepermukaan, bahkan  hingga aku tak tenggelam lagi?
“emm tidak ka, barusan aku dari kantin, dan tidak sengaja lewat kesini oh iya ka ade ga ada pulsa, eh ade kembali ke kelas dulu ya”
jawab ku,tapi mungkin lebih tepatnya jawaban untuk menghindar dari nya.
Saat itu juga dalam sekejap ka reka bangkit dari duduknya, berdiri dan pergi begitu saja tanpa berkata sepatah kata pun, aku pun bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka, tak biasanya kak reka seperti ini, akhirnya aku juga memilih pergi dan kembali ke kelas daripada harus berada dalam situasi seperti ini, semua karena aku takut dan khawatir hati ku yg sudah rapuh ini akan tersakiti lagi.
Sepulang sekolah aku pun mencoba membeli pulsa di dekat rumah, dan saat ku buka hp ku ada 1 pesan di sana, pesan dari ka ega
“de ada yang mau kakak omongin, besok kalo kita berangkat bareng bisa ga, sekalian kakak mau cerita”
“iya ka”
Hanya 2 kata itulah yang bisa ku tulis dan ku kirim sebagai balasan pesan darinya, semua mungkin karna berbagai rasa yg bercampur di hatiku, sedih, senang, rasa tak enak kepada kak reka, dan berbagai perasaan lain yg tak bisa ku ungkapkan. Di malam hari aku menoleh jam di hp ku jam 20.51 WIB yang tertera di sana, sejak siang tadi tak ada lagi pesan yang masuk ke ponsel ku ini, dan akhirnya aku memutuskan untuk menarik selimutku dan pergi ke alam mimpi seperti biasanya, namun sebelu itu aku mengatur alaram di HP ku agar nanti aku tak bangun terlalu siang.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggggggggggg
Beker di hp ku memaksaku keluar dari alam mimpi yang indah dan membangunkanku. Aku melihat hp ku ada pesan disana,
“selamat malam, kau bulanku, malam ini aku tidak melihat kau bersinar, hanya ada bintang dilangit, kemanakah sinarmu gerangan? Aku merindukannya”
Aku membacanya dan tertegun sejenak, apa maksudnya ini? Saat aku ingin membalasnya aku baru sadar bahwa hari ini aku ada janji dengan ka ega. Pagi itu aku segera bergegas dan berangkat ke sekolah karna tidak mau terlambat
Saat ditengah perjalanan ka ega mengirim ku pesan, ia menanyakan dimana keberadaan ku, lantas aku membalasnya dan kami pun membuat kesepakatan untuk bertemu di tempat biasa. Ka ega juga sepakat untuk bertemu di per 3 an gapura sekolah tempat biasa kami bertemu untuk berangkat bersama
10 menit sudah aku berada di gapura sekolah, namun ka ega tak kunjung Nampak juga, aku memutuskan untuk menunggunya sebentar lagi, tapi dia tak kunjung datang, aku pun terpaksa berangkat sendirian dan meninggalkan ka ega karna aku tak mau sampai harus terlambat.
begitu sampai di gerbang sekolan aku melihat sesuatu yg membuatku kaget, ka ega berada di sana bersama ka reka, ternyata mereka berangkat bersama, dalam hati aku berfikir,
“jadi sedari tadi aku menunggunya untuk apa? Bila ternyata dia berangkat bersama kekasihnya itu.Apa dia hanya mempermainkan perasaan ku atau dia hanya menjahiliku?”
Berbagai argument dan sangkaan keluar dari kepalaku, lantas aku pun memutuskan untuk langsung ke kelas saja karna sebentar lagi bell basti berbunyi dan tidak mau ambil pusing dengan kejadian itu.
Di kelas aku terus memikirkan kejadian barusan sampai sampai aku tak bisa berkonsentrasi pada pelajaranku.
Tak terasa bell pulang pun berbunyi, hari yg begitu singkat namun membuat ku amat frustasi. Setelah bell selsai dan guru keluar aku memutuskan untuk langsung pulang karna aku tak mau sampai aku bertemu ka ega, tapi apa daya ternyata kak ega sudah menungguku di depan kelas sedari tadi, aku mencoba tak menegurnya dan pergi, namun dia memanggil dan  menghampiriku.
“de kakak minta maaf,”
“buat apa ?”
De kakak mohon, tadi kakak sebenarnya datang lebih awal dan menunggu ade di tempat itu, tapi reka datang dan mengajak kk. Kk tidak bisa mengelak atau bahkan menola, tapi sekarang kk sama reka udah…”
“udah apa? Dan kenapa ade harus percaya ka?”
De.. dengerin kk, kk sama kareka udah ga ada hubungan, kk sekarang sadar sejak saat pertama ade bilang ade suka sama kk sebenarnya kk lebh dulu suka sama ade tapi ade ga pernah kasih kk kepastian, dan akhirnya ka reka yg lbih dulu nembak kk, de andai waktu itu ade yang bilang lebih dulu pasti gak akan kaya gini,”
“ka kakak kan sudah bilang, inilah jalan yg di takdirkan tuhan J
“ tapi de kk mohon, kasih kk satu kesempatan, buat kita mulai semua dari awal, kk sadar kakak pilih orang yang salah, dan orang yang tepat ada di depan kk sekarang”
”maaf ka tapi ade buru buru, oh ia ka, bintang gak akan pernah sendiri ko J, ade dulan ya”
aku pun pergi meninggalkan ega, sejak saat itu hubungan kami tak membaik, sampai pada satu hari dimana pertama kali nya hp ku berdering karena ada orang selain ibu dan ayahku ku yang menelpon, saat itu aku sudah melupakan semunya dan menguburnya dalam dalam.
“ia halo maaf ini dengan siapa?” tanyaku langsung
“halo dee,, ini kakak…”
 
BERSAMBUNG<<<<<<<<<<
Catatan :              Alur dan tema cerita di ambil dari kisah nyata dan fiktip yang di padukan, cerita mengalami sedikit perubahan dan nama tokoh di samarkan, bila ada kesamaan nama dan tempat itu hanya ketidak sengajaan kami pihak penulis.
Terimakasih dan nantikan Deep in My Heart part 2 di Deep In My Heart part 2

3 komentar: