Part 1 First love
Cerita ini bermula saat aku membaca sebuah kalimat dalam sebuah situs
media sosial,
“I’m not afraid to fall in love
again
But I’m afraid to fall for wrong
person again”
Yah kata itulah yang mengingatkan
ku akan semuanya, semua cerita masalalu ku. Kisah cintaku dan semua kenangan manis
nan pahit yang terus membimbing juga mendidik ku sampai pada saat ini. Namun, saat ini aku merasa takut, bukan takut untuk
jatuh cinta lagi, tapi aku takut jatuh
untuk orang yang salah lagi.
Bisa di bilang cerita cinta ku
amat tragis, entah lah mungkin jika kisah kisah itu tak ada dalam kehidupankua mungkin
aku tak akan jadi seperti sekarang ini.
Ini adalah kisah cinta pertamaku.Kisah
ini berawal saat aku duduk di kelas 10 semester 2 SMA,
saat itu aku sedang dihadapkan pada ujian kenaikan kelas, di ruang ujian semua siswa duduk berpasangan, namun bukan dengan teman 1 kelas melainkan dengan kakak kelas kami, dan mungkin itulah tradisi di sekolahku.
saat itu aku sedang dihadapkan pada ujian kenaikan kelas, di ruang ujian semua siswa duduk berpasangan, namun bukan dengan teman 1 kelas melainkan dengan kakak kelas kami, dan mungkin itulah tradisi di sekolahku.
Hari demi hari aku lewati di
ruangan itu, dan tak terasa tiba juga aku di hari terakhir ujian kenaikan kelas,
tapi hari ini justru bukan hari terakhir bagiku, melainkan awal dari semua
cerita yang luar biasa. Saat itu aku baru saja memasuki ruangan setelah
beristirahat bersama teman teman ku, dalam benak ku aku berniat untuk mengambil
buku di tasku dan membacanya di dalam kelas namun apa daya, seorang wanita
sedang menduduki kursi ku, saat itu aku tak terlalu memperhatikan nya, wanita
dengan jaket merah dan senyum yang indah, aku pikir aku tak mau mengganggu
kesenangannya karena saat itu dia sedang asik bercanda tawa bersama teman teman
nya terlebih dia itu kakak kelasku jadi aku tidak mau mengganggu mereka. Aku
pun mengurung kan niat ku untuk duduk di bangku ku dan kembali keluar menemui
teman teman ku.
Saat itu aku tidak terlalu
memperdulikan wanita yg duduk di bangku ku itu, tapi beberapa hari setelah ujian kenaikan kelas selesai saat
dimana sekolah ku hanya di isi dengan bermain setiap hari dan menunggu hasil
dari ujian kenaikan kelas, saat itu aku dan teman teman ku sedang duduk di depan kelas dan bersendu gurau
bersama hingga akhirnya mataku tertuju pada seorang wanita yang barusaja
berjalan melewati kami, jaket merah itu, dan senyum itu membuatku tak bisa
memalingkan mataku.ya, dia adalah wanita yang wakti itu duduk di bangku ku,dan
sekarang dia membuat ku sadar, entah apa yang sepecial darinya tapi saat ini
mataku tak bisa lepas untuk tidak memperhatikannya.
Semenjak hari itu aku mencoba
mencari tahu tentang dia, wanita berjaket merah itu, hingga akhirnya aku tau
bahwa namanya adalah ega aku mengetahui hal itu dari kakak kelas ku di OSIS,
saat itu aku pun memberanikan diri untuk meminta no telpon nya dari kakak kelas
ku yg kebetulan satu kelas dengan ka ega, aku pun memulai semuanya dengan
mengirim ka ega sebuah pesan singkat,hingga berakhir dengan segala hal yang tak
bisa ku lupa, aku tau setiap hal tentang nya dan aku pun sekarang tau bahwa dia
duduk di kelas 11 ipa tapi sekarang dia sudah duduk di kelas 12 ipa, kelasnya
tepat berada di samping kelas ku, kelas kami hanya di pisahkan oleh sebuah
gudang dan sebuah tangga.
Ceritaku dengan ega berawal sangat
indah, bermula dari sebuah perkenalan di SMS berlanjut pada pertanyaan dan
obrolan mengenai diri kami masing masing, bahkan di hari pertama kami berkenalan, aku
tau bahwa dia anak tunggal di keluarganya, dia suka jus strawbery sama
sepertiku dan bahkan banyak lagi hal hal dan kesaman kami.
di hari kedua kami mulai saling
bertanya masalah hobi dan segala hal mengenai diri kami masing masing, dan
tanpa di sangka kami memiliki banyak kesamaan. Hari itu seakan berlalu begitu
singkat, sang mentari yang sedari tadi bersinar menerangi bumi, awan dan
tetesan hujan yang seolah amat merindukan bumi, mereka kini tlah pergi, awan
dan hujan yang di seret angina dan mentari yang di seret sang waktu untuk
pulang, di hari itu kebetulan aku pulang agak sore dikarenakan ada rapat OSIS,
tepat pukul 17. 37 aku baru mengijakan kaki ku di luar sekolah, aku berjalan
sampai ke jalan raya, aku merogoh dan melihat hp ku tapi tak ada pesan di sana,
aku kembali memasukan nya kedalam saku celana ku, hari pun telah gelap gulita
saat aku tlah sampai di kamarku, aku duduk di pintu kamarku dan menatap keluar,
menyaksikan benda ciptaan Sang Suasa yang maha segalanya, segala yang ia tata
di langit begitu indah, dan hp ku tiba tiba bergetar, ada pesan di sana, segera
aku membukanya, dan ternyata itu dari ka ega,
“langit nya indah ya”
“iya ka”
“de kalo kamu jadi salah satu
benda indah yang ada di langit kamu mau jadi apa?” Tanya ka ega di pesan
singkatnya
“aku gak tau ka, semuanya begitu
indah”
Ya memang, malam itu seolah olah
langit mengenakan busana andalan nya dan tampil begitu cantik, malam itu
menjadi saksi, bahwa ada 2 insan yang sedang menatap dan memperbincangkan
keindahan ciptaan Sang Kuasa yang sangat luar biasa, tampil begitu anggun dan
indah.
“kalo aku pengen jadi bintang”
“loh kenapa bintang ka”
“bintang itu indah, mereka
bersinar dan menyimpan sejuta rahasia, biarpun mereka semua menghiasi malam
tapi pasti tetep bakalan ada 1 bintang yang bersinar lebih terang dari yang
lain, tapi dia sama sekali gak ngerusak keindahan teman teman yang ada di
samping nya,
Bintang itu indah J”
“kalo begitu ade pengen jadi
bulan ya ka,”
“loh kenapa bulan?” Tanya ka ega
pada ku
“bulan itu tenang, meski dia tak
bisa bersinar sempurna setiap saat tapi dia terus berjuang untuk menampilkan yg
terbaik, ada saatnya dia bersinar penuh, ada saatnya dia kehilangan setengah
dari dirinya, bahkan lebih dari itu, dan yang paling penting bulan selalu di
temani bintang kak J”.
Malam itu bagiku malam yang
sederhana tapi begitu mengesankan, membuatku tersadar akan beberapa hal yang
tak pernah aku sadari sebelumnya.
Waktu berlali dengan cepatnya,di
hari hari selanjutnya kami semakin dekat dan saling akrab satu sama lain,dan
tibalah di suatu hari dimana di hari itu aku bertanya dalam hati, apakah yang
aku rasakan ini, dia sang bintang yg selalu bersinar dan tampak begitu
istimewa, sekarang membuat ku seperti ini, apakah ini cinta? Atau aku hanya
mengaguminya saja? Entahlah, apapun itu sulit untuk hatiku menjawabnya, semua
pertanyaan itu selalu membayangiku, aku tak pernah mengobrol langsung dengan ka
ega, kami hanya berkomunikasi melalui media social dan sms, tapi meski hany
sebatas itu aku sangat senang, dia memberi warna dan pandangan baru dalam
hidupku, sang bulan yang terus menjalani tugasnya menyinari dunia, mengorbankan
sinarnya saat purnama, kehilangan segalanya saat gerhana, tapi tetap bersinar
setiap malam nya, sampai pada suatu hari sang bintang menghampirinya.
Saat itu hari jumat, sepulang
jumatan aku berniat langsung pulang kerumah, dan ketika aku mengambil task u
dikelas ega lewat di hadapan ku bersama teman temannya, dia berhenti sejenak
dihadapanku, dia berkata “de jangan pulang sore sore loh, tar ibu nyariin. Kk
duluan ya” ia pun berlalu pergi, setelah beberapa langkah ia berbalik dan
tersenyum ia mengangkat tangan kanan nya dan melambai lalu pergi begitu saja,
aku tertegun dan terdiam, berbagai pertanyaan memenuhi otak ku,
“Kenapa tadi ga di tegur balik
?kenapa gak di jawab? Padahal pulang bareng aja?Kenapa aku diam? Ada apa dengan
ku? Aku kenapa? Ada apa ini? Apa ini hanya mimpi? Apa aku ini bodoh hanya
terdiam?” dan banyak lagi pertanyaan yang ada di otak ku.
Mentari tlah usai dengan tugasnya, sang
rembulan pun telah bersinar kembali, dimalam itu aku berbaring di ranjangku,merenung
menatapi langit langit kamarku sambil sesekali tersenyum sendirian membaca
pesan singkat darinya. Ya mungkinkah? Mungkinkan ini cinta, apa mungkin dia
yang membuatku seperti ini dan apa benar dia cinta pertamaku?Entah lah, yang
jelas aku sangat bahagia bisa mengenalnya.
(sms PDKT : fase labil dimana
seorang insan muda tersenyum sendiri di kamar sembari berbaring di tempat
tidurnya atau bahkan di berbagai tempat lainnya tatkala ia membaca pesan dari
seseorang yang ia suka)
Hari pun berganti begitu cepatnya
hari demi hari kami saling mengenal satu sama lain, saling memperhatikan
kegiatan kami masing masing, bahkan kami mulai sering berangkat dan pulang
sekolah bersama, sampai sampai di suatu hari kami terjebak macet, hingga kami harus
berjalan kaki beberapa kilometer bersama,
(fase pulang bareng: dimana yang
namanya modus pulang bareng adalah pulangnya gak searah karna modustiba tiba
jadi searah :v)
semua begitu indah, sampai tiba
di suatu hari dimana aku berpikir itu hari terburuk ku.Hari itu tidak seperti
biasanya, sedari pagi tiada satupun aku dapati pesan darinya, dan aku coba
mengirim pesan terlebih dahulu namun sayang, tak kunjung ada balasan.Sampai
tiba di malam hari tepatnya pukul 20:13 WIB.dia mengirim ku pesan, dalam pesan
nya ia menuliskanbeberapa rangkaian kata dan kalimat yang aku ingat sampai saat
ini. Hal itulah yang membuat ku terjatuh
kedalam sebuah lubang yang tak kunjung ku temui dasarnya.
“selamat malam de, sebelum
nya maaf kakak baru bisa membalas pesan
sekarang
De sepertinya kita tidak bisa
seperti ini lagi.
Mungkin lebih baik mulai sekarang
kamu berfokus pada ujian pertengahan semester, maaf sebelumnya tapi ini tidak
bisa kita lanjutkan lagi.”
“tapi ka kenapa seperti ini?”
balas ku dalam pesan singkat
“maaf tapi sepertinya kita tidak
bisa lanjutkan lagi semuanya” tulis nya
dalam pesan ke 2 yang kuterima di hari itu
“tapi ka, apa ade berbuat
kesalahan sehingga membuat kakak marah? Atau ada hal lain? Ka ade minta maaf
bila ade ada salah tapi sejujurnya selama ini ade menyukai kakak, dan bila
semuanya berakhir di sini, semuanya ga ada artinya lagi kak”
“de, andai kamu kirim pesan itu 2
jam sebelum kakak mengirim mu pesan, mungkin ceritanya akan berbeda ”
Balasnya dengan smile di akhir
pesan nya, hal itu yang membuatku bertanya Tanya dalam hati, ada apa ini? Apa
aku berbuat salah? Lantas apa kesalahanku?
Aku mencoba menarik nafas dan
menenangkan diri lalu ku balas lagi pesan darinya
“tapi ka kenapa?”
Dan akhirnya aku mendapat balasan
yang amat menggetarkan hatiku, ini bukan getaran cinta, melainkan getaran yang
melebihi itu, mungkin karna saking kerasnya getaraninihatiku mulai retak,
runtuh dan hancur perlahan lahan.
“de kakak minta maaf. Dan
trimakasih untuk masa masa indah kita selama ini, tapi hari ini semua akan berbeda,
sekarang kakak sudah memiliki seorang kekasih. Baru saja dia menyatakan nya dan
kakak tak punya alasan untuk menolak, andai pesan tadi,ade kirim lebih awal
pasti semuanya akan berbeda. Tapi mungkin inilah jalan yang di takdirkan tuhan,
sekali lagi kakak minta maaf dan trimakasih untuk masa indah kita”
Setelah membacanya aku tak
percaya dengan apa yang baru saja ku lihat dan ku baca, hatiku serasa tak
berwujud lagi. Mataku serasa perih, tapi aku tak bisa lari terus menerus dan
menyembunyikan perasaan ini, aku haru membalas pesan itu walaupun jari jariku
berat untuk menyusun kata,
“baiklah ka kalau begitu, maaf
ade sudah mengganggu malam kakak. Ka, ade sayang kakak ade harap pertemanan
kita tidak hanya sampai di sini, ade siap menunggu kakak sampai kapan pun dan
trimakasih untuk kebersamaan kita meski hanya sebentar, ade harap kita bisa
seperti ini lagi”
Itulah pesan terakhir yang ku
kirim di malam itu.
Setelah malam itu aku merasa
terpuruk, orang yg pertama ku cintai telah bersama orang lain. Setelah beberapa
hari semenjak malam itu aku pun bertekad melupakan nya dan berusaha memperpadat
kegiatanku di sekolah, aku pun mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan
penting bahkan sampai pada kegiatan yang tiada gunanya, seperti menggambar di
papan tulis lalu menghapusnya kembali melakukan it uterus menerus sampai berjam
jam.
Waktu berganti begitu cepat,
sekarang ini aku mengikuti ekstrakulikuler basket di sekolahku meski
akhirnya aku berhenti sebelum mahir memainkan si bundar besar itu. Di basket,
aku mendapat banyak teman, adik kelas
maupun kakak kelas, kami sering bercanda tawa bersama, ke anehan dan kekocakan
merekalah yang membuatku perlahan mulai menghapus nama ega dari kehidupan ku.
Tapi karna desakan orang tua aku berhenti mengikuti ekstrakulikuler basket,
dengan dalih aku selalu pulang malam karna basket
Aku pun kini tak punya kegiatan
tetap sepulang sekolah, yang biasanya bermain dan berkumpul bersama anak anak
basket sekarang aku tak bisa lagi seperti itu, sekarang aku hanya berfokus di
OSIS saja, dan pada akhirnya di suatu hari aku melihat ega sedang termenung
duduk di depan kelasnya, hari itu aku sangat penasaran, ada apa gerangan dengan
nya dan sudah lama juga aku tidak melihat nya, biasanya dia selalu ceria dan
tidak pernah semurung itu, tapi sekarang dia benar benar berbeda, dalam hati
aku sangat ingin menghampiri dan menyapannya tapi aku tidak bisa, raga ini
terus menolak, sampai akhirnya kuputuskan untuk mengirim nya sebuah pesan.
“siang kak, kenapa? Ko
kelihatannya lagi murung”
hampir 4 jam semenjak aku
mengirim pesan itu dan tak kunjung ada balasan, hingga akhirnya bel pulang pun
berbunyi, aku pun mengecek hp ku dan berharap mendapat pesan balasan namun apa
daya, pesan itu tak pernah ada, lantas aku pun menaruh kembali hp ku ke dalam saku,
baru saja ku mau menaruh nya, hp ku bergetar menandakan ada pesan masuk, dan
ternyata itu dari kak ega.
“ah tidak de, hanya ada sedikit
masalah”
“masalah apa ka? Mungkin ade bisa
bantu” aku pun langsung membalas pesan dari kak ega
Dan mulai detik itu dia mulai
menceritakan semuanya segala hal yang ia lalui sejak kami memutuskan untuk tak
melanjutkan hubungan kami yang padahal hanya sebatas teman, akhirnya dia pun
menceritakan tentang kekasihnya, biarpun itu sedikit menyayat hatiku, tapi dari
ceritanya aku bisa menarik kesimpulan dan kesimpulan yang ku ambil adalah, kak
ega selalu merasa tak mendapat perhatian cukup dari kekasih nya karenya
kekasihnya terlalu sibuk.
Dan sejak saat itu kami mulai
kembali saling mengirim pesan setiap harinya, dan kami mulai akrab kembali.
Entah ini mmimpi buruk bagiku atau justru mimpi indah yang ku nantikan, aku
bahkan tak algi mengerti dengan kata hatiku, di satu sisi ia menginginkan hal
ini, tapi di satu sisi dia takut terluka lagi, hati yang sudah semakin rapuh namun
berusaha tampak kokoh di depan setiap orang.
Hari berlalu begitu cepat, sampai
pada suatu malam aku terkejut karena membaca pesan dari kak ega,
“selamat malam de, semoga mimpi
indah, tidur yang nyenyak. Imiss all about you ({}).”
Hatiku tertegun begitu
membacanya, di saat aku mecoba menganggap nya hanya sebatas kakak kelas, hanya
sebatas teman, saat aku mulai mencoba menghapus semua tentang nya dalam pikiran
ku, tapi malah kata itu lah yang ku dapat, entah apa yang ada dalam pikiran ku
rasa senang namun takut, rasa bimbang juga resah, rasa hampa tapi membawa tawa,
rasa sedih juga perih, rasa senang tapi membuat semua terkenang. Akhirnya malam
itu aku memutuskan untuk tidak membalas pesan dari nya danmenyimpan telepon
genggam ku lalu menarik selimut kesayanganku yang setiap malam mengantarkan ku
kealam mimpi.
Mentari
pagi bersinar begitu terangnya, burung burung bersautan, ayam yang berkokok begitu merdu membangunkan
dan menarik ku kembali dari alam mimpi, menandakan hari sudah pagi, aku melirik
jam di HP ku dan terkejut, ternyata sudah jam 6, aku pun bergegas bersiap untuk
berangkat kesekolah aku khawatir akan terlambat karena rumah ku sangat jauh dari sekolah,
mungkin jaraknya sekitar 15 kilometer, tapi untungnya aku tidak terlambat dan
tepat waktu sampai di sekolah.
Sesampainya di sekolah ternyata
guru mata pelajaran pertama tidak bisa masuk kelas dikarnakan sedang sakit
namun dia memberikan tugas sebagai penggantinya,lantas kami mengerjakat tugas
tersebut dengan semangat, aku pun selsai lebih awal sebelum bell pergantian
pelajaran berbunyi. Aku mencoba merogoh HP ku yang aku taruh di saku kanan ku,
begitu aku membukanya ada 13 pesan disana, tak biasanya HP ku di penuhi oleh
pesan, biasanya HP ini seperti pemakaman, hanya oprator lah yang setia mengirim
pesan padaku setiap hari.
Pesan demi pesan aku buka tanpa
membalasnya, ternyata semua pesan itu dari ka ega,
“selamat pagi de, semoga hari ini
menyenangkan”
“jangan lupa sarapan ya de”
“de sudah berangkat”
“de sudah sampai sekolah”
“ade ga sekolah”
……. Dan banyak lagi pesan darinya
yang tak bisa aku tuliskan satu per satu.
Aku pun hendak membalasnya, namun
saat aku mengimkan pesan balasan ku tiba tiba pesan itu gagal terkirim. Aku pun
mencoba mengecek apa yg terjadi dengan hpku dan ternyata pulsaku habis, aku
bingung harus bagai mana, karena di sekolah tidak ada yang menjual pulsa
terlebih uang jajan ku ketinggalan karena aku terburu buru, sampai akhirnya aku
putuskan untuk menemuinya saja dikantin sepulang sekolah, karena hari ini dia
ada ekstrakulikuler, biasanya dia tidak langsung pulang dan selalu makan siang
di kantin.
……….tengnongggggggggg
tengnongggggggg tengnonggggggggggg……….
Bel pulang pun berbunyi, aku pun
hendak bergegas keluar kelas dan meninggalkan tas dan buku ku di kelas, aku
mencoba untuk datang ke kelasnya namun ternyata kelasnya sudahkosong karena
bubar lebih awal, aku pun bertanya pada teman teman ka ega, dan akhirnya aku
tau kalo ka ega sedang ke kantin, aku pun berjalan menuju kantin tapi
sesampainya disana aku tak melihat ka ega, aku mencoba mencarinya namun tak juga aku temui batang
hidungnya tapi saat aku hendak kembali kekelas, mata ini menemukan sesuatu, aku
melihatnya, aku melihat ka ega yg sedang duduk di depan lab sekolah, dia
bersama ka reka, seniorku di ekstrakulikuler basket, meraka hanya ber 2 di
sana?, jadi selama ini kekasih nya itu ka reka ? ka reka yang selalu bersendu
gurau dengan ku saat di basket? Jadi selama ini... dan semua ini… kenapa harus
anak basket? Mereka sudah seoerti saudara bagiku, dan saat itu juga aku mengurungkan niatku untuk menemui ka egadan
hendak kembali ke kelas saja, namun sayang ka ega melihatku dan memanggilku,
“de.. ade sini…”
Aku pun tak bisa menolak dan
terlanjur ada di sana, terlebih dia memanggil ku terus menerus,akhirnya aku menghampirinya, meski rasanya seperti tenggelam di lautan lepas, semakin
menghampiri mereka semakin dalam aku tenggelam sampai kedasar lautan, perlahan dada ini semakin sesak dan tidak
bisa bernapas, namun lama kelamaan seperti ada orang yang mengulurkan tangan nya
dan menarik tangan ku kepermukaan, hingga
aku tak tenggelam lagi.
“de kamu gapapa? Kamu dari mana?
Kamu gak sakit kan ko keliatannya pucet? Kakak smsin dari tadi ga di bales
bales lagi, de heeyy? Kok bengong?” pertanyaan ka ega tak henti berkumandang di
telingaku,membuat aku tersadar dari lamunanku
ya, mungkinkah? munhkinkah
pertanyaan pertanyaan itu lah yang menarik ku dari dasar laut sampai
kepermukaan, bahkan hingga aku tak
tenggelam lagi?
“emm tidak ka, barusan aku dari
kantin, dan tidak sengaja lewat kesini oh iya ka ade ga ada pulsa, eh ade
kembali ke kelas dulu ya”
jawab ku,tapi mungkin lebih
tepatnya jawaban untuk menghindar dari nya.
Saat itu juga dalam sekejap ka reka
bangkit dari duduknya, berdiri dan pergi begitu saja tanpa berkata sepatah kata
pun, aku pun bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka, tak biasanya
kak reka seperti ini, akhirnya aku juga memilih pergi dan kembali ke kelas
daripada harus berada dalam situasi seperti ini, semua karena aku takut dan
khawatir hati ku yg sudah rapuh ini akan tersakiti lagi.
Sepulang sekolah aku pun mencoba
membeli pulsa di dekat rumah, dan saat ku buka hp ku ada 1 pesan di sana, pesan
dari ka ega
“de ada yang mau kakak omongin,
besok kalo kita berangkat bareng bisa ga, sekalian kakak mau cerita”
“iya ka”
Hanya 2 kata itulah yang bisa ku
tulis dan ku kirim sebagai balasan pesan darinya, semua mungkin karna berbagai
rasa yg bercampur di hatiku, sedih, senang, rasa tak enak kepada kak reka, dan
berbagai perasaan lain yg tak bisa ku ungkapkan. Di malam hari aku menoleh jam
di hp ku jam 20.51 WIB yang tertera di sana, sejak siang tadi tak ada lagi
pesan yang masuk ke ponsel ku ini, dan akhirnya aku memutuskan untuk menarik
selimutku dan pergi ke alam mimpi seperti biasanya, namun sebelu itu aku
mengatur alaram di HP ku agar nanti aku tak bangun terlalu siang.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggggggggggg
Beker di hp ku memaksaku keluar
dari alam mimpi yang indah dan membangunkanku. Aku melihat hp ku ada pesan
disana,
“selamat malam, kau bulanku,
malam ini aku tidak melihat kau bersinar, hanya ada bintang dilangit, kemanakah
sinarmu gerangan? Aku merindukannya”
Aku membacanya dan tertegun
sejenak, apa maksudnya ini? Saat aku ingin membalasnya aku baru sadar bahwa
hari ini aku ada janji dengan ka ega. Pagi itu aku segera bergegas dan
berangkat ke sekolah karna tidak mau terlambat
Saat ditengah perjalanan ka ega
mengirim ku pesan, ia menanyakan dimana keberadaan ku, lantas aku membalasnya
dan kami pun membuat kesepakatan untuk bertemu di tempat biasa. Ka ega juga
sepakat untuk bertemu di per 3 an gapura sekolah tempat biasa kami bertemu
untuk berangkat bersama
10 menit sudah aku berada di
gapura sekolah, namun ka ega tak kunjung Nampak juga, aku memutuskan untuk
menunggunya sebentar lagi, tapi dia tak kunjung datang, aku pun terpaksa
berangkat sendirian dan meninggalkan ka ega karna aku tak mau sampai harus
terlambat.
begitu sampai di gerbang sekolan
aku melihat sesuatu yg membuatku kaget, ka ega berada di sana bersama ka reka,
ternyata mereka berangkat bersama, dalam hati aku berfikir,
“jadi sedari tadi aku menunggunya
untuk apa? Bila ternyata dia berangkat bersama kekasihnya itu.Apa dia hanya
mempermainkan perasaan ku atau dia hanya menjahiliku?”
Berbagai argument dan sangkaan
keluar dari kepalaku, lantas aku pun memutuskan untuk langsung ke kelas saja
karna sebentar lagi bell basti berbunyi dan tidak mau ambil pusing dengan kejadian
itu.
Di kelas aku terus memikirkan
kejadian barusan sampai sampai aku tak bisa berkonsentrasi pada pelajaranku.
Tak terasa bell pulang pun
berbunyi, hari yg begitu singkat namun membuat ku amat frustasi. Setelah bell
selsai dan guru keluar aku memutuskan untuk langsung pulang karna aku tak mau
sampai aku bertemu ka ega, tapi apa daya ternyata kak ega sudah menungguku di
depan kelas sedari tadi, aku mencoba tak menegurnya dan pergi, namun dia
memanggil dan menghampiriku.
“de kakak minta maaf,”
“buat apa ?”
De kakak mohon, tadi kakak
sebenarnya datang lebih awal dan menunggu ade di tempat itu, tapi reka datang
dan mengajak kk. Kk tidak bisa mengelak atau bahkan menola, tapi sekarang kk
sama reka udah…”
“udah apa? Dan kenapa ade harus
percaya ka?”
De.. dengerin kk, kk sama kareka
udah ga ada hubungan, kk sekarang sadar sejak saat pertama ade bilang ade suka
sama kk sebenarnya kk lebh dulu suka sama ade tapi ade ga pernah kasih kk
kepastian, dan akhirnya ka reka yg lbih dulu nembak kk, de andai waktu itu ade
yang bilang lebih dulu pasti gak akan kaya gini,”
“ka kakak kan sudah bilang,
inilah jalan yg di takdirkan tuhan J”
“ tapi de kk mohon, kasih kk satu
kesempatan, buat kita mulai semua dari awal, kk sadar kakak pilih orang yang
salah, dan orang yang tepat ada di depan kk sekarang”
”maaf ka tapi ade buru buru, oh
ia ka, bintang gak akan pernah sendiri ko J,
ade dulan ya”
aku pun pergi meninggalkan ega,
sejak saat itu hubungan kami tak membaik, sampai pada satu hari dimana pertama
kali nya hp ku berdering karena ada orang selain ibu dan ayahku ku yang
menelpon, saat itu aku sudah melupakan semunya dan menguburnya dalam dalam.
“ia halo maaf ini dengan siapa?”
tanyaku langsung
“halo dee,, ini kakak…”
BERSAMBUNG<<<<<<<<<<
Catatan : Alur dan
tema cerita di ambil dari kisah nyata dan fiktip yang di padukan, cerita mengalami sedikit perubahan dan
nama tokoh di samarkan, bila ada kesamaan nama dan tempat itu hanya ketidak
sengajaan kami pihak penulis.
Terimakasih dan nantikan Deep in My Heart part 2 di Deep In My Heart part 2
Bagus ka lah : D (y)
BalasHapusmakasi ami :D
Hapusterimakasih banyak :D
BalasHapus