Cinta butuh waktu dan cinta tidak perlu diobral itu yang gilang
jadikan pedoman dalam menjalani hubungannya dengan kila, mungkin
sekarang kila masih malu malu untuk mengucapkan rasanya pada gilang
padahal mereka sudah berpacaran satu bulan
“la.. kamu nanti mau aku jemput atau mau pulang sendiri?”… “terserah kamu aja lang dah…”
Mereka berdua satu universitas tapi beda jurusan kila jurusan arsitektur dan gilang adalah calon dokter muda banyak orang yang berkata bahwa mereka adalah pasangan ideal tetapi gilang rasa tidak begitu
Hari ini gilang menunggu kila di depan fakultasnya hampir 2 jam berlalu dan kila pun tidak keluar gilang tak berani sms karena kila suka marah kalau pas jam pelajaran gilang mengsms dia. Jam demi jam berlalu tetapi ternyata kila tak datang datang, dan gilang pun mencoba menelpon kila dan ternyata kila sudah ada di rumah.
“la aku nuggu kamu dari tadi dan kamu sudah di rumah la kenapa gak sms aku aja sih”
“maaf aku lupa lang sudah dulu yah aku cape”
Dan seketika itu telpon pun ditutup. Hati gilang mengesah mengeluh tapi dia sangat mencintai kila walupun memang banyak juga dari mantannya yang masih cinta sama gilang.
Hari ini gilang ingin sekali menanyakan perasaan kila kepada dirinya saat nanti dia menjemput kila seusai praktek
“kila aku boleh nanya sesuatu sama kamu…”
“terserah aja” tanpa melihat muka gilang
“kamu terpaksa jadi pacar aku kil… apa kamu gak punya rasa sama aku kil sedikit aja kil”
“maaf rasanya pertanyaan itu gak usah aku jawab deh”
“kenapa enggak?”
“jawabanya ada di dalam hati kamu sendiri lang kalau kamu sayang sama aku, aku pun juga pasti sayang tanpa usah diucapkan”
Hati gilang pun senag mendengar semua ini, gilang baru mengerti bahwa memang benar perempuan yang merasa disayangi oleh kita pasti akan membalas semua itu sama dengan perasaan kita karena cinta tidak usah di ucapkan setiap saat tetapi dirasakan setiap saat.
Terima kasih kila
Cerpen Karangan: Rizki Aprianty
“la.. kamu nanti mau aku jemput atau mau pulang sendiri?”… “terserah kamu aja lang dah…”
Mereka berdua satu universitas tapi beda jurusan kila jurusan arsitektur dan gilang adalah calon dokter muda banyak orang yang berkata bahwa mereka adalah pasangan ideal tetapi gilang rasa tidak begitu
Hari ini gilang menunggu kila di depan fakultasnya hampir 2 jam berlalu dan kila pun tidak keluar gilang tak berani sms karena kila suka marah kalau pas jam pelajaran gilang mengsms dia. Jam demi jam berlalu tetapi ternyata kila tak datang datang, dan gilang pun mencoba menelpon kila dan ternyata kila sudah ada di rumah.
“la aku nuggu kamu dari tadi dan kamu sudah di rumah la kenapa gak sms aku aja sih”
“maaf aku lupa lang sudah dulu yah aku cape”
Dan seketika itu telpon pun ditutup. Hati gilang mengesah mengeluh tapi dia sangat mencintai kila walupun memang banyak juga dari mantannya yang masih cinta sama gilang.
Hari ini gilang ingin sekali menanyakan perasaan kila kepada dirinya saat nanti dia menjemput kila seusai praktek
“kila aku boleh nanya sesuatu sama kamu…”
“terserah aja” tanpa melihat muka gilang
“kamu terpaksa jadi pacar aku kil… apa kamu gak punya rasa sama aku kil sedikit aja kil”
“maaf rasanya pertanyaan itu gak usah aku jawab deh”
“kenapa enggak?”
“jawabanya ada di dalam hati kamu sendiri lang kalau kamu sayang sama aku, aku pun juga pasti sayang tanpa usah diucapkan”
Hati gilang pun senag mendengar semua ini, gilang baru mengerti bahwa memang benar perempuan yang merasa disayangi oleh kita pasti akan membalas semua itu sama dengan perasaan kita karena cinta tidak usah di ucapkan setiap saat tetapi dirasakan setiap saat.
Terima kasih kila
Cerpen Karangan: Rizki Aprianty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar