15 September 2012 itulah tanggal jadianku dengan pacarku Farrel.
Senang banget bisa memiliki Farrel, cowok idamanku sejak SMP dulu.
Padahal dulu waktu SMP Farrel gak pernah ngelirik aku sedikit pun,
mungkin karena ada Rasty pacarnya dulu. Setelah SMA Rasty dan Farrel
tidak satu sekolah bahkan aku yang satu sekolah dengannya. Enggak tau
tepatnya kapan mereka putus dan Farrel gak ada yang punya lagi dulu.
Mengetahui mereka putus aku biasa aja soalnya kalau mereka putus pun gak
mungkin aku bisa ngerebut perhatiannya Farrel. Tapi aku juga gak tau
ya, aku dan Farrel waktu itu sama-sama ikut bimbingan olimpiade Fisika
di sekolah jadinya kami sering bertemu saat diskusi.
Farrel sama-sama punya hobby yang sama denganku yaitu belajar fisika. Sudah berapa minggu belajar bareng pun aku gak pernah bicara dengan Farrel tapi pernah satu hari itu aku terpaksa duduk di samping Farrel karena semua bangku telah terisi. Tapi supaya sopan mau duduk di sampingnya aku izin dulu lah.
Aku: Hey, aku boleh duduk di samping kamu gak?
Farrel: Oh ia duduk aja.
Aku duduk di samping Farrel dan mulai belajar. Tiba waktu pembagian soal dan kami pun mulai mengerjakan soal-soal. Awalnya sih lancar tapi tiba-tiba jadi macet dan mau bertanya pada Farrel tapi aku gak berani tapi akhirnya mau gak mau aku harus minta ajarin samanya.
Aku: Bisa tolong ajarin gak nomor 10 soalnya aku gak ngerti, hehehe
Farrel: Oh boleh kok, ini gini jalannya yang ini di masukkan dulu ke rumus terus di bagi terus di kalikan, sudah dapat di kurangkan lagi dan terakhir di tambahkan semua hasil akhirnya, Sudah ngertikan?
Aku: Oh ia, sudah ngerti kok (gugup), makasih ya.
Farrel: ia sama-sama.
Bimbel hari ini itu menyenangkan banget ya soalnya semakin dekat dengan dia. Minggu depannya gantian si Farrel yang mau izin duduk di sampingku tapi aku langsung mempersilahkannya.
Aku: Mau duduk disini ya, ya sudah duduk aja.
Farrel menatapku dengan penuh senyuman, mungkin dia merasa aku balas budi samanya. Dan lebihnya lagi gantian si Farrel yang mandet belajarnya dan minta ajarin samaku dan untungnya aku tau, hahaha.
Selesai bimbel kami keluar bareng dan setiba di luar kelas mulai deh percakapannya.
Farrel: Ehh, nama kamu siapa sih?
Aku: Dinda (sambil mengulurkan tangan).
Farrel: Aku Farrel. Tapi kok kayaknya aku sering lihat kamu ya!
Aku: Kita itu satu SMP tapi sayangnya kamu terlalu sombong.
Farrel: Aku gak sombong kok cuman dulu pacarku agak cemburuan orangnya.
Aku: Oh ia sudah deh Rrel aku pulang duluan ya.
Farrel: Oh ia deh, hati-hati ya. Minggu depan bimbel ya.
Makin hari aku dan Farrel makin dekat aja, tiap bimbel pun sudah seringan bercandanya daripada kerjanya dan selalu duduk bareng. Tapi kami sering juga belajar bareng entah itu di rumahku, di rumah Farrel, café, taman, dll deh. Rasanya senang banget sekarang bisa di kenal dan mengenal Farrel sedekat ini. Dan gak nyangkanya lagi kemarin Farrel ngajak aku belajar diskusi di taman, ya aku mau-mau aja dong eh ternyata bukannya diskusi malah Farrel nembak aku dan di terima. Gak nyangka secepat ini bisa memiliki Farrel dan sekarang hanya ada cerita cinta Dinda dan Farrel.
1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan sampai kenaikan kelas hubungan kami masih manis-manis aja. Tiba masuk sekolah aku kaget banget ngeliat ada Rasty di sekolah kami, aku jadi takut hubunganku dan Farrel jadi terganggu dan ternyata dugaanku itu benar, sekarang Farrel menjauh dariku. Tidak pernah lagi bimbel dan sms atau nelpon aku lagi, aku pun mencari tau penyebab hal itu terjadi dan suatu hari di sekolah aku melihat Farrel dan Rasty bersama lagi, mereka bercanda tawa, aku gak sadar kalau selama ini mungkin aku hanya pelarian Farrel aja. Farrel sangat tega denganku.
Semenjak saat itu aku benar-benar menjauh dari Farrel dan saat bertemu Farrel aku langsung buang muka. Dan sepertinya Farrel sadar akan hal itu, kemarin waktu aku berjalan di dekatnya, dia langsung narik tanganku dan membawaku ke tempat sepi lalu berkata “kamu kenapa sih sayang? gak pernah lagi ngabari aku”, “kamu gak sadar ya, aku sudah tau kok kamu mau balikan lagi sama Rasty tapi aku minta tolong, jangan gantung aku seperti ini” kataku sambil pergi dan menangis.
Yang lebih sakitnya Farrel gak ngejar aku sedikitpun, khawatir juga gak, sms atau nelpon nanya kabar aku juga gak pernah lagi. Hancur hatiku melihat ini semua terjadi, apakah aku hanya numpang lewat di hatimu Rrel, gak adakah artinya sedikit Dinda selama ini di hatimu itu. Gak tahan aku terus-terusan melihat Rasty dan Farrel semakin dekat tiap hari hingga pada malam harinya aku nge-sms Farrel yang isinya “Jangan gantung aku seperti ini Rrel, sakit ngelihat kamu dekat dengan wanita lain, apalagi itu mantanmu” dan aku jugan nge-sms Rasty yang dulu nomor hapenya aku ambil dari hape Farrel, isi smsku ke Rasty “Ras, kamu tau gak sih kalau Farrel itu PACARKU BUKAN PACARMU lagi, jadi tolong jauhin dia” tiba-tiba balasan sms masuk sekaligus, balasan Farrel “aku tau kok kamu cemburu sayang tapi aku sayangnya sama kamu, kamu tau gak aku itu baik sama Rasty karena dia itu sedang sakit keras” dan balasan Rasty “hehh kamu siapa sih, Farrel itu masih pacar aku, jadi kamu tolong menjauh dari dia”.
Aku termenung memikirkan ini semua, apakah Farrel masih sayang sama aku? tapi kenapa Rasty mengatakan kalau Farrel itu masih pacarnya. Apa maksud dari semua ini, siapa yang harus ku percaya. Aku gak mau jika Farrel harus membagi cintanya kepada orang lain. Tuhan itu memang adil sekarang Farrel sudah tau kalau sebenarnya Rasty itu gak sakit, dia cuma bohongin Farrel supaya Farrel kasian samanya dan sekarang Farrel sudah kembali lagi sama aku dan hubungan kami kembali harmonis lagi dan terakhir aku nge-sms si Rasty yang isinya “Sadarlah Rasty, DIA PACARKU BUKAN PACARMU” puas banget rasanya Farrel kembali lagi jadi milikku. Terimakasih sayangku.
Cerpen Karangan: Ribka Sepatia
Facebook: Ribka Sepatia
Farrel sama-sama punya hobby yang sama denganku yaitu belajar fisika. Sudah berapa minggu belajar bareng pun aku gak pernah bicara dengan Farrel tapi pernah satu hari itu aku terpaksa duduk di samping Farrel karena semua bangku telah terisi. Tapi supaya sopan mau duduk di sampingnya aku izin dulu lah.
Aku: Hey, aku boleh duduk di samping kamu gak?
Farrel: Oh ia duduk aja.
Aku duduk di samping Farrel dan mulai belajar. Tiba waktu pembagian soal dan kami pun mulai mengerjakan soal-soal. Awalnya sih lancar tapi tiba-tiba jadi macet dan mau bertanya pada Farrel tapi aku gak berani tapi akhirnya mau gak mau aku harus minta ajarin samanya.
Aku: Bisa tolong ajarin gak nomor 10 soalnya aku gak ngerti, hehehe
Farrel: Oh boleh kok, ini gini jalannya yang ini di masukkan dulu ke rumus terus di bagi terus di kalikan, sudah dapat di kurangkan lagi dan terakhir di tambahkan semua hasil akhirnya, Sudah ngertikan?
Aku: Oh ia, sudah ngerti kok (gugup), makasih ya.
Farrel: ia sama-sama.
Bimbel hari ini itu menyenangkan banget ya soalnya semakin dekat dengan dia. Minggu depannya gantian si Farrel yang mau izin duduk di sampingku tapi aku langsung mempersilahkannya.
Aku: Mau duduk disini ya, ya sudah duduk aja.
Farrel menatapku dengan penuh senyuman, mungkin dia merasa aku balas budi samanya. Dan lebihnya lagi gantian si Farrel yang mandet belajarnya dan minta ajarin samaku dan untungnya aku tau, hahaha.
Selesai bimbel kami keluar bareng dan setiba di luar kelas mulai deh percakapannya.
Farrel: Ehh, nama kamu siapa sih?
Aku: Dinda (sambil mengulurkan tangan).
Farrel: Aku Farrel. Tapi kok kayaknya aku sering lihat kamu ya!
Aku: Kita itu satu SMP tapi sayangnya kamu terlalu sombong.
Farrel: Aku gak sombong kok cuman dulu pacarku agak cemburuan orangnya.
Aku: Oh ia sudah deh Rrel aku pulang duluan ya.
Farrel: Oh ia deh, hati-hati ya. Minggu depan bimbel ya.
Makin hari aku dan Farrel makin dekat aja, tiap bimbel pun sudah seringan bercandanya daripada kerjanya dan selalu duduk bareng. Tapi kami sering juga belajar bareng entah itu di rumahku, di rumah Farrel, café, taman, dll deh. Rasanya senang banget sekarang bisa di kenal dan mengenal Farrel sedekat ini. Dan gak nyangkanya lagi kemarin Farrel ngajak aku belajar diskusi di taman, ya aku mau-mau aja dong eh ternyata bukannya diskusi malah Farrel nembak aku dan di terima. Gak nyangka secepat ini bisa memiliki Farrel dan sekarang hanya ada cerita cinta Dinda dan Farrel.
1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan sampai kenaikan kelas hubungan kami masih manis-manis aja. Tiba masuk sekolah aku kaget banget ngeliat ada Rasty di sekolah kami, aku jadi takut hubunganku dan Farrel jadi terganggu dan ternyata dugaanku itu benar, sekarang Farrel menjauh dariku. Tidak pernah lagi bimbel dan sms atau nelpon aku lagi, aku pun mencari tau penyebab hal itu terjadi dan suatu hari di sekolah aku melihat Farrel dan Rasty bersama lagi, mereka bercanda tawa, aku gak sadar kalau selama ini mungkin aku hanya pelarian Farrel aja. Farrel sangat tega denganku.
Semenjak saat itu aku benar-benar menjauh dari Farrel dan saat bertemu Farrel aku langsung buang muka. Dan sepertinya Farrel sadar akan hal itu, kemarin waktu aku berjalan di dekatnya, dia langsung narik tanganku dan membawaku ke tempat sepi lalu berkata “kamu kenapa sih sayang? gak pernah lagi ngabari aku”, “kamu gak sadar ya, aku sudah tau kok kamu mau balikan lagi sama Rasty tapi aku minta tolong, jangan gantung aku seperti ini” kataku sambil pergi dan menangis.
Yang lebih sakitnya Farrel gak ngejar aku sedikitpun, khawatir juga gak, sms atau nelpon nanya kabar aku juga gak pernah lagi. Hancur hatiku melihat ini semua terjadi, apakah aku hanya numpang lewat di hatimu Rrel, gak adakah artinya sedikit Dinda selama ini di hatimu itu. Gak tahan aku terus-terusan melihat Rasty dan Farrel semakin dekat tiap hari hingga pada malam harinya aku nge-sms Farrel yang isinya “Jangan gantung aku seperti ini Rrel, sakit ngelihat kamu dekat dengan wanita lain, apalagi itu mantanmu” dan aku jugan nge-sms Rasty yang dulu nomor hapenya aku ambil dari hape Farrel, isi smsku ke Rasty “Ras, kamu tau gak sih kalau Farrel itu PACARKU BUKAN PACARMU lagi, jadi tolong jauhin dia” tiba-tiba balasan sms masuk sekaligus, balasan Farrel “aku tau kok kamu cemburu sayang tapi aku sayangnya sama kamu, kamu tau gak aku itu baik sama Rasty karena dia itu sedang sakit keras” dan balasan Rasty “hehh kamu siapa sih, Farrel itu masih pacar aku, jadi kamu tolong menjauh dari dia”.
Aku termenung memikirkan ini semua, apakah Farrel masih sayang sama aku? tapi kenapa Rasty mengatakan kalau Farrel itu masih pacarnya. Apa maksud dari semua ini, siapa yang harus ku percaya. Aku gak mau jika Farrel harus membagi cintanya kepada orang lain. Tuhan itu memang adil sekarang Farrel sudah tau kalau sebenarnya Rasty itu gak sakit, dia cuma bohongin Farrel supaya Farrel kasian samanya dan sekarang Farrel sudah kembali lagi sama aku dan hubungan kami kembali harmonis lagi dan terakhir aku nge-sms si Rasty yang isinya “Sadarlah Rasty, DIA PACARKU BUKAN PACARMU” puas banget rasanya Farrel kembali lagi jadi milikku. Terimakasih sayangku.
Cerpen Karangan: Ribka Sepatia
Facebook: Ribka Sepatia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar