hari ini hari pertamaku
menginjakan kaki di kota pontianak, setelah pengumuman kelulusan tingkat SMU se
nasional yang diadakan seminggu yang lalu. Ada rasa senang di hatiku karena
sebentar lagi aku akan menjadi seorang mahasiswi alias anak kuliahan dan aku
akan meninggalkan seragam putih abu abu ku.
Walaupun sebentar lagi aku akan
di sibukan dengan berbagai macam tes untuk bisa masuk ke universitas idaman ku,
tapi aku bahagia. sesampainya di rumah atau lebih tepatnya di rumah sodara, aku
langsung dijamu dengan ramah dan segera beristirahat, karena besok aku mulai
menuju ke universitas yang aku inginkan. sesampainya di kamar, aku
memperhatikan sekelilingku aku teringat kembali dengan kamarku, rumahku, mama,
bapak, adikku yang ada di kampung, sedih melanda hatiku sampai-sampai aku
meneteskan air mata, aku bertekad akan menuntut ilmu dengan baik sehingga aku
bisa membuat bangga kedua orangtuaku.
Hari pertama aku ke universitas
yang aku favoritkan untuk mendaftar, disana aku pertama kalinya bertemu
denganmu. pria pertama yang aku kenal semenjak aku datang di kota ini. awalnya
hanya biasa saja namun sudah cukup membuat hatiku bergetar, perkenalan yang singkat
dan mungkin buatmu tidak berkesan. namun aku akan selalu mengingat nama mu dan
wajahmu LEO itulah nama yang akan aku kenang. setelah perkenalan itu
Kita lama tidak bertemu, mulai
dari tes ujian masuk, hingga perkuliahan di mulai. namun aku akan selalu menyimpan
namamu di hatiku. semester pertama sudah berlalu dan aku masih saja menjomblo,
aku hanya menjadi pendengar curhatan teman temanku yang semuanya sudah memiliki
pacar. pusing kadang kadang rasanya menjadi jomblo, ada juga keinginan ku untuk
sekedar malam mingguan, nge date, atau pdkate atau apalah istilahnya. dalam
kegalauan ku, aku teringat kambali dengan mu Leo. aku hanya bisa tersenyum saat
aku mengingatmu tanpa aku tahu dirimu sedang apa, dengan siapa, dan dimana.
lamunan ku terhenti ketika kedua sahabatku, lia dan sean datang menghampiriku.
hari ini seperti biasa setelah jam kuliah selesai kami bertiga santai di kantin
dan mendengar curhatan sohibku Sean tentang pria idolanya yang sangat di
kaguminya. yeah.. hari hari ku di isi dengan menjadi pendengar yang baik dari
ciurhatan si Sean teantang Edo, Edo, dan Edo lagi everyday about Edo si anak
Fsip. dari curhatan Sean aku tahu dia tidak hanya mengidolakannya tapi
mengharapkan yang lebih dari sekedar teman. atas saran ku dan lia akhirnya Sean
memberanikan diri untuk berjanji ketemuan sambil dinner bareng dengan aku dan
lia.
Hari yang di tunggu Sean pun
tiba, kami sampai 15 menit lebih awal dari jam yang di janjikan. kami duduk
santai di kafe sambil menunggu kedatangan Edo. saat aku sedang asyik mendengarkan
alunan musik yang ada di kafe, aku mendengar Sean memanggil nama Edo, aku
menoleh ke arah Edo, alangkah terkejutnya aku, ternyata selama ini Edo adalah
pria yang kurindukan, dia adalah Leo. aku langsung terperangah dan membisu.
hatiku hancur rasanya, sakit banget. Edo datang menghampiri kami, bersalaman
dengan Sean, lia dan saat bersalaman dengan ku, dia menyebut namaku dengan
lantang Gladis!!!
Aku salah tingkah dan bingung
bukan kepalang, aku menjawab dengan terbata bata “iya, aku gladiss” sekilas aku
melihat ke arah Sean, oh my GOD!! raut wajahnya menyiratkan kemarahan. saat
pertemuan itu Edo banyak ngobrol dengan ku, minta pin Bb dan nomor Hp. setelah
pulang Edo menawarkan untuk pulang bareng, cuma aku menolak. sejak saat itu
Sean sangat membenciku, sean selalu mencoba untuk membuat orang-orang
membenciku. akhirnya aku menncoba untuk bertemu Edo kembali niatku hanya ingin
meluruskan dan menyampaikan bahwa selama Sean begitu mencintainya, kami bertemu
di kafe setelah aku sampaikan maksudku pada Edo, dia terkejut dan mengatakan
bahwa dia hanya mau aku menjadi pacarnya. aku terkejut bingung aku tidak tahu
harus menjawab apa, dilain sisi aku adalah wanita yang paling bahagia saat dia
mengucapkan kata kata itu. dilain sisi Sean adalah sahabatku walaupun sekarang
dia menganggap aku musuhnya. aku terpaksa menolak cinta Edo dan lebih memilih
sakit hati, aku terluka saat menolaknya, hancur hatiku, setelah Edo beranjak
dari ku. aku hanya bisa menangisi kepergiannya. selamanya aku hanya cinta sama
EDO
.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar