Kamis, 08 Agustus 2013

Kerikil Cinta



hari ini hari pertamaku menginjakan kaki di kota pontianak, setelah pengumuman kelulusan tingkat SMU se nasional yang diadakan seminggu yang lalu. Ada rasa senang di hatiku karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang mahasiswi alias anak kuliahan dan aku akan meninggalkan seragam putih abu abu ku.
Walaupun sebentar lagi aku akan di sibukan dengan berbagai macam tes untuk bisa masuk ke universitas idaman ku, tapi aku bahagia. sesampainya di rumah atau lebih tepatnya di rumah sodara, aku langsung dijamu dengan ramah dan segera beristirahat, karena besok aku mulai menuju ke universitas yang aku inginkan. sesampainya di kamar, aku memperhatikan sekelilingku aku teringat kembali dengan kamarku, rumahku, mama, bapak, adikku yang ada di kampung, sedih melanda hatiku sampai-sampai aku meneteskan air mata, aku bertekad akan menuntut ilmu dengan baik sehingga aku bisa membuat bangga kedua orangtuaku.
Hari pertama aku ke universitas yang aku favoritkan untuk mendaftar, disana aku pertama kalinya bertemu denganmu. pria pertama yang aku kenal semenjak aku datang di kota ini. awalnya hanya biasa saja namun sudah cukup membuat hatiku bergetar, perkenalan yang singkat dan mungkin buatmu tidak berkesan. namun aku akan selalu mengingat nama mu dan wajahmu LEO itulah nama yang akan aku kenang. setelah perkenalan itu
Kita lama tidak bertemu, mulai dari tes ujian masuk, hingga perkuliahan di mulai. namun aku akan selalu menyimpan namamu di hatiku. semester pertama sudah berlalu dan aku masih saja menjomblo, aku hanya menjadi pendengar curhatan teman temanku yang semuanya sudah memiliki pacar. pusing kadang kadang rasanya menjadi jomblo, ada juga keinginan ku untuk sekedar malam mingguan, nge date, atau pdkate atau apalah istilahnya. dalam kegalauan ku, aku teringat kambali dengan mu Leo. aku hanya bisa tersenyum saat aku mengingatmu tanpa aku tahu dirimu sedang apa, dengan siapa, dan dimana. lamunan ku terhenti ketika kedua sahabatku, lia dan sean datang menghampiriku. hari ini seperti biasa setelah jam kuliah selesai kami bertiga santai di kantin dan mendengar curhatan sohibku Sean tentang pria idolanya yang sangat di kaguminya. yeah.. hari hari ku di isi dengan menjadi pendengar yang baik dari ciurhatan si Sean teantang Edo, Edo, dan Edo lagi everyday about Edo si anak Fsip. dari curhatan Sean aku tahu dia tidak hanya mengidolakannya tapi mengharapkan yang lebih dari sekedar teman. atas saran ku dan lia akhirnya Sean memberanikan diri untuk berjanji ketemuan sambil dinner bareng dengan aku dan lia.
Hari yang di tunggu Sean pun tiba, kami sampai 15 menit lebih awal dari jam yang di janjikan. kami duduk santai di kafe sambil menunggu kedatangan Edo. saat aku sedang asyik mendengarkan alunan musik yang ada di kafe, aku mendengar Sean memanggil nama Edo, aku menoleh ke arah Edo, alangkah terkejutnya aku, ternyata selama ini Edo adalah pria yang kurindukan, dia adalah Leo. aku langsung terperangah dan membisu. hatiku hancur rasanya, sakit banget. Edo datang menghampiri kami, bersalaman dengan Sean, lia dan saat bersalaman dengan ku, dia menyebut namaku dengan lantang Gladis!!!
Aku salah tingkah dan bingung bukan kepalang, aku menjawab dengan terbata bata “iya, aku gladiss” sekilas aku melihat ke arah Sean, oh my GOD!! raut wajahnya menyiratkan kemarahan. saat pertemuan itu Edo banyak ngobrol dengan ku, minta pin Bb dan nomor Hp. setelah pulang Edo menawarkan untuk pulang bareng, cuma aku menolak. sejak saat itu Sean sangat membenciku, sean selalu mencoba untuk membuat orang-orang membenciku. akhirnya aku menncoba untuk bertemu Edo kembali niatku hanya ingin meluruskan dan menyampaikan bahwa selama Sean begitu mencintainya, kami bertemu di kafe setelah aku sampaikan maksudku pada Edo, dia terkejut dan mengatakan bahwa dia hanya mau aku menjadi pacarnya. aku terkejut bingung aku tidak tahu harus menjawab apa, dilain sisi aku adalah wanita yang paling bahagia saat dia mengucapkan kata kata itu. dilain sisi Sean adalah sahabatku walaupun sekarang dia menganggap aku musuhnya. aku terpaksa menolak cinta Edo dan lebih memilih sakit hati, aku terluka saat menolaknya, hancur hatiku, setelah Edo beranjak dari ku. aku hanya bisa menangisi kepergiannya. selamanya aku hanya cinta sama EDO

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar